MUNA

47 Hari Hilang, Lansia Di Muna Ditemukan Tewas

Polisi dibantu warga mengevakuasi jasat Wa Enu. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Setelah tidak terlihat selama 47 hari, Seorang wanita lanjut usia (Lansia) warga desa UP Wuna kecamatan Tongkuno, Muna Wa Enu alias Waode Papa (90) akhirnya ditemukan. Namun saat ditemukan, jasat lansia itu sudah dalam kondisi  mengenaskan tergeletak didalam semak-semak kampung setempat.

Kapolsek Tongkuno Ipda Darul Aqsa mengatakan, korban ditemukan pada Minggu (7/10) oleh warga desa setempat. “Pada 21 Agustus,  warga desa UP Wuna tidak melihat Wa Enu masuk kampung, sehingga pada 23 Agustus, warga ke kebun Wa Enu untuk mengecek kondisinya tapi dia tidak ada dikebun sehingga warga dan pemuda desa UP Wuna melakukan pencarian hingga 26 Agustus. Kemudian, 27 Agustus, Sekdes UP Wuna Laode Haidi melapor  ke Polsek Tongkuno. Saat itu juga polisi dan warga melanjutkan pencarian hingga 28 Agustus, namun Wa Enu tak kunjung diketemukan. Selanjutnya,  47 hari kemudian tepatnya pada hari  Minggu, (7/10) Kepala Desa Up Wuna melaporkan bahwa telah ditemukan mayat, dicurigasi jasat Wa Enu,” ungkapnya

Lebih lanjut Darul Aqsa mengatakan, saat itu juga pihaknya melakukan olah tempat kajadian perkara bersama dokter Puskesmas Wakumoro dokter Ernawati, disaksikan warga dan anak kandung korban Wa Lansa untuk memeriksa ciri-ciri korban. “Saat itu kondisi jenazah sudah tidak normal yaitu kulit dan daging tubuh sudah mengering serta kepala, dada, kedua lengan terpisah dari perut. Kedua kakinya terbagi dua dari tubuh. Berdasarkan keterangan anak korban, Wa Lansa dan warga kampung setempat membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah Wa Enu alias Waode Papa. Korban   dikenali berdasarkan ciri-ciri raut muka, gelang karet dan cincin yang ada ditangan jenazah,” ucapnya

Kata perwira polisi berpangkat satu balok dipundak ini, saat pihaknya bersama dokter Puskesmas Wakumoro ingin melakukan otopsi agar diketahui penyebab kematian korban, namun anak korban menolak dengan alasan bahwa korban meninggal bukan karena adanya perbuatan seseorang atau di bunuh. “Setelah dokter Ernawati melakukan pemeriksaan luar terhadap jazad Almarhumah Wa Enu, maka Wa Lansa membawa jasad Almarhumah ke rumahnya di desa kontumere kec kabawo untuk dikuburkan,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top