BERITA UTAMA

Kapolres Muna Akui Pemilik Truk Pengangkut Kayu Illegal Logging Milik Oknum Polisi

KOLAKAPOS, Raha — Pemilik mobil truk pengangkut kayu Illegal Logging 130 bernomor polisi DT 1520 DC akhirnya diketahui. Kepala Polisi Resort (Kapolres) Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga mengakui jika pemilik mobil truck Izusu 130 bernomor polisi DT 1520 DC  yang memuat kayu ilegal loging sebanyak 4,5 kubik yang terbalik  di Jalan Poros kilometer 14 Maligano – Ronta desa Raimuna kecamatan Maligano, Muna pada Minggu, (7/10) lalu yang mengakibatkan satu buruh meninggal dunia merupakan milik oknum anggota kepolisian Polres Muna. Hal tersebut diungkapnya saat menggelar konferensi pers di Makopolres Muna Kamis, (11/10).

Menurut Ramos,  truck yang terbalik tersebut disewa oleh masyarakat yang diduga pelik kayu berinisial LA. “Iyah, pemilik mobil sudah kami periksa (oknum polisi, red). Namun dari keterangannya, bukan kayunya dia, mobilnya itu hanya disewa,” katanya.

Saat ini, kata perwira polisi berpangkat dua bunga melati dipundak ini, pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui sejauh mana peran oknum polisi tersebut atas perkara dugaan ilegal loging. “Itu yang sementara kita dalami. Kalau misalnya ada orang menyewa, buat angkut sayur tapi ternyata di buat untuk kejahatan kan nanti kita posisikan dengan permasalahannya. Nah ini yang sementara kita dalami,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, hingga saat ini  polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara itu. Kendatipun beberapa hari terakhir ini, supir truck Lapian dinyatakan sebagai tersangka. “Tersangka belum ada. Supirnya masih dirumah sakit, masih di infus. Makanya itu saya bilang, tolong dibantu kita  jangan didesak juga. Kadang-kadangkan dalam kondisi tertentu harus siapa kan? (tersangka. Red). Karena kalau ternyata berubah, katanya siburuh ini punya masyarakat, ternyata dari empat orang lainnya mengatakan ini punya si Ini (Oknum polisi. Red). Salah lagi kita. Jadi saya minta bersabarlah,” pintahnya

Perwira tinggi di Makopolres Muna ini menegaskan, unsur melawan hukum dalam perkara tersebut sudah terpenuhi yakni melanggar undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang kehutanan atau undang-undang  nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati. “Kita lagi maraton melakukan pemeriksaan. Hasilnya kita akan sampaikan ke rekan-rekan (Pers. Red). Prosesnya akan lanjut, siapapun yang terkait disini,” tegasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top