KOLAKA TIMUR

Pemilik DAM Koltim Harus Jaga Kualitas Air

Kadinkes Koltim Hj Surya Hutapea Saat Memberikan Sambutannya Dihadapan Peserta Pelatihan DAM. FOTO: Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Tirawuta — Depot Air Minum (DAM) di Kolaka Timur (Koltim), harus selalu menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan Plt Kadis Kesehatan (Kadinkes) Koltim Ir Hj Surya Hutapea, saat membuka Pelatihan Pengelola Depot Air Minum se-Koltim di Rate-rate, Senin (15/10).

Dikatakannya, keberadaan DAM terus meningkat mutu kualitas airnya sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman dikonsumsi. Meski lebih murah, tidak semua DAM terjamin produknya, terutama sanitasinya.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) lanjutnya, lebih kurang sepertiga penduduk dunia menderita berbagai penyakit yang ditularkan melalui air minum yang terkontaminasi oleh mikroorganisme. Setiap tahun sekitar 13 juta orang meninggal akibat infeksi yang berasal dari air minum, dua juta diantaranya adalah bayi dan anak-anak.

“ Beberapa tahun terakhir ini, usaha air minum isi ulang telah berkembang pesat di beberapa kabupaten di Sultra termasuk Koltim yang telah memiliki 39 depot air minum dan tujuh diantaranya telah melakukan pemeriksaan laboratorium. Selain lebih mudah diperoleh, praktis dan harga air minum isi ulang relatif lebih murah. Dengan alasan tersebut, masyarakat Koltim memilih mengonsumsi air minum isi ulang atau galon untuk memenuhi konsumsi air minum sehari-hari. Meskipun dari segi pengetahuan sarana dan prasaran masih kurang jika dibandingkan dengan standar kesehatan, sehingga dapat mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan ” bebernya.

Disebutkannya, menurut Permenkes Nomor: 492/MENKES/PER/IV/2010, tentang persyaratan kualitas air minum dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehata (Germas), untuk seluruh penyelenggara air minum wajib memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologis, kimia dan radioaktif. Dan diduga saat ini ada pengusaha depot air minum isi ulang masih ada yang belum memenuhi kualitas secara mikrobiologis. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang diperhatikannya alat produksi air minum secara rutin.

“Maka dalam rangka meningkatkan sarana depot air minum yang memenuhi syarat kesehatan di Kabupaten Kolaka Timur, perlu dilakukan upaya promotif dan preventif yang intensif. Sehingga dapat merubah pola fikir dan perilaku pengelola depot air minum agar dapat meningkatkan kualitas sarana depot air minumnya, sehingga menghasilkan air minum isis ulang yang memenuhi syarat kesehatan, untuk itu salah satu metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan pengelola depot air minum seperti ini ” jelasnya.

Olehnya itu, ibu ketua TP. PKK Koltim ini berharap agar DAM di Koltim selalu meningkatkan mutu kualitas airnya. “ Kami harapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, maka para pemilik depot dapat meningkatkan kualitas DAM. Sehingga DAM yang ada, di Kolaka Timur, dapat memiliki surat izin mengelola DAM yang memenuhi syarat kesehatan ” harapnya.(K9)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top