BERITA UTAMA

Polisi OTT Dua Pengedar Sabu di Pomalaa

ilustrasi/net

KOLAKAPOS , Kolaka — Dua pria asal kecamatan Pomalaa, Kolaka ditangkap basah polisi saat melakukan transaksi narkoba jenis sabu. Keduanya, Anhar alias Oppeng (48) warga kelurahan Dawi-dawi dan Sultan Aras alias Tang (49) warga desa Pelambua, Pomalaa.

Polisi menangkap keduanya saat sedang menunggu pelanggan untuk melakukan transaksi jual beli narkoba di pinggir jalan poros Kolaka-Pomalaa, tepatnya di desa Pelambua pada Kamis (11/10) sore. Dari pengeladahan, polisi menyita paket sabu seberat 1 gram.

Selain sabu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa dua unit telepon seluler yang diduga digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya. “Kedua tersangka ini didapat saat sedang melakukan transaksi narkoba jenis sabu seberat 1 gram pada Kamis (11/10) sekitar pukul 16.30 di jalan poros Kolaka-Pomalaa, desa Pelambua, kecamatan Pomalaa,” ungkap Kasat Narkoba Polres Kolaka, Iptu Husni Abda, kemarin (15/10).

Iptu Husni menjelaskan, penangkapan bermula setelah pihak Satres Narkoba Polres Kolaka menerima informasi dari masyarakat, bahwa sering terjadi transaksi narkotika di lingkungan kecamatan Pomalaa. Merespon hal itu, Satres Narkoba kemudian menurunkan tim personel untuk melakukan penyelidikkan.

Saat melakukan penyelidikan dan pengintaian, tim Satres Narkoba melihat dua orang dengan gelagat mencurigakan. Benar saja, kedua orang bertubuh jangkung itu sedang melakukan transaksi narkoba jenis sabu. “Ketika itu juga kita lakukan penangkapan dan penggeledahan dan ditemukan barang bukti 1 gram sabu,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang di Sulawesi Selatan. “Keduanya adalah pengedar yang sebelumnya sudah masuk dalam target operasi,” ujar mantan Kapolsek Pomalaa itu.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (kal/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top