BERITA UTAMA

Kolaka Sudah Keluar dari Zona Merah Narkoba

Saat rapat bersama Komisi III DPRD Kolaka terkait Rencana Aksi P4GN

Eryan : Dulu 3.800 Jiwa, Kini 2.000 Jiwa

KOLAKAPOS, Kolaka — Jika ditahun 2016 lalu Kabupaten Kolaka masuk dalam kategori daerah zona merah peredaran dan pengguna narkoba , kini ditahun 2018, Kolaka sudah keluar dari Zona Merah tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kolaka Eryan Noviandi, saat menghadiri rapat bersama dengan komisi III DPRD Kolaka terkait instruksi presiden mengenai rencana Aksi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada 18/10 di Aula Rapat DPRD.
“Di Tahun 2016 kita masuk dalam kategori zona merah, di tahun 2018 ini berdasarkan data penelitian Kolaka sudah keluar dari zona itu,” paparnya.
Lanjut Eryan, Beberapa capaian sudah dilakukan BNN Kolaka terkait pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kolaka. “Salah satunya kita sudah lakukan MOU dengan Pemda membentuk Satgas Narkoba ditiap kecamatan dan menjadi pilot projek nasional, SKnya sudah ditanda tangani Bupati hanya masih menunggu revisi,” terangnya.
Lanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan jika pengguna narkoba di Kolaka sudah menurun signifikan. “Bahwa saat ini sudah terjadi penurunan pengguna angka narkoba secara signifikan di Kolaka, sebelumnya tercatat ada 3.800 jiwa , saat ini tidak sampai 2.000 jiwa, Bahkan hasil program perubahan dari salah satu staf kami itu diperkirakan hanya sekitar 1.998 jiwa, dan bisa kurang lagi sekitar 1.700 anggota jiwa, tapi Saya sebenarnya inginkan jangan sampai pada angka 1.000 jiwa. Karena intinya sudah menggunakan narkoba sulit sekali sembuh,” paparnya .
Terkait Instruksi Presiden mengenai Rencana Aksi P4GN 2018 ini, kata Eryan, Kolaka sudah siap.
“Terkait rencana aksi Nasional saya melihat tujuannya ini bagaimana secara bersama-sama mampu untuk menggerakkan komponen kekuatan menanggulangi narkotika dan prekursor (bahan baku) narkotika. Saya melihat kab Kolaka sejauh ini siap melakukan rencana aksi Nasional,” ungkapnya.
Hanya saja kata Eryan beberapa kendala juga masih dihadapi dalam perang terhadap narkoba ini. Untuk itu dia berharap seluruh stakeholder termasuk DPRD dan Pemda bisa lebih bersinergi.
Terkait hal itu, ketua Komisi III DPRD Kolaka , Syaifullah Khalik menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh kepala BNN Kolaka tersebut akan menjadi bahan laporan untuk ditindak lanjuti dengan pihak eksekutif. “Narkoba ini musuh kita bersama, makanya apa yang disampaikan oleh beberapa pihak tadi saat rapat akan menjadi bahan kita di DPRD untuk ditindak lanjuti,” paparnya. (Mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top