MUNA

Emak-Emak Tewas Dipinggir Jalan

Derita penyakit hipertensi dan stroke hemoragik, wanita paruh baya asal kabupaten Muna ini ditemukan tewas di pinggir jalan. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Salah seorang emak-emak asal dusun Kamonu Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, Muna Wa Lapa Binti La Hakia (63) ditemukan tewas dengan kondisi tertelungkup di bibir jalan desa setempat. Jasat wanita paruh baya itu pertama kali ditemukan oleh La Huuni pada Sabtu (20/10) sekitar pukul 18:00 Wita

Kasat Rekrim Polres Muna, Iptu Fitrayadi dalam rilis persnya via whatsApp mengatakan, La Huuni melihat korban sudah dalam kedaan terbujur kaku dengan kondisi terlungkup di pinggir jalan. Kemudian saksi (La Huuni. Red), menyampaikan peristiwa tersebut ke rekannya La Liu. Selanjutnya La Liu bersama kepala dusun La Uwi melaporkan ke Polsek Tongkuno. “Sekitar jam 18: 00 Wita saksi La Huuni melihat kaki dan badan korban dari jarak sekitar 20 meter dari tempatnya bekerja dalam posisi terbaring atau telungkup dipinggir jalan dan belum mengetahui identitas korban. Kemudian kembali ke kampung menyampaikan kejadian tersebut kepada temannya La Liu, lalu kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala kampung (dusun Kamonu. Red) La Uwi dan selanjutnya bersama masyarakat kembali ke tempat ditemukannya korban dan melaporkan kepada pihak Polsek Tongkuno,” katanya

Setelah mendapatkan laporan masyarakat, kata Fitrayadi, anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Tongkuno langsung melakukan olah TKP. “Posisi mayat terbaring atau telungkup diatas tanah di pinggir jalan dengan posisi kaki dan badan di jalan, sedangkan kepala atau muka terlungkup ke kiri dipinggir jalan dibawah semak-semak. Pakaian korban dalam posisi utuh, kedua sendal masih dalam posisinya pada kaki korban. Tongkat kayu panjang sekitar satu meter yang selalu digunakan korban, berada di samping kanan korban,” ungkapnya

Lebih lanjut perwira polri berpangkat dua balok dipundak ini menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Lombe dokter Muhammad Ical Badaru, tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Korban punya riwayat penyakit hipertensi. Dilihat dari kondisi mayat dan riwayat penyakit diduga korban meninggal karena penyakit stroke hemoragik, Laterilosasi wajah ke kanan atau mencong ke kanan. Tekanan darah terakhir korban dari Mantri Puskesmas Walengkabola yakni 180/100 mm hg,” jelasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top