MUNA

Sudah 15 Hari, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Terkait Perkara Truck Milik Oknum Polisi Muat Kayu Ilegal Loging

KOLAKAPOS, Raha — Hingga saat ini, Penyidik Polres Muna belum menetapkan siapa tersangka utama dalam perkara mobil truck Izusu 130 bernomor polisi DT 1520 DC yang memuat kayu ilegal loging sebanyak 4,5 kubik kemudian terbalik menewaskan seorang buruh. Padahal, perkara yang melibatkan pemilik truck merupakan oknum polisi aktif Polres Muna ini sudah berjalan 15 hari sejak insiden tersebut terjadi pada Minggu, (7/10) lalu.

Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi mengatakan, seluruh buruh termasuk supir truck hingga pemilik truck sudah dimintai keterangan. Namun, keterangan mereka belum dinyatakan kuat lantaran saat penyidik mengambil keterangan, kondisi para saksi belum sepenuhnya sehat 100 persen. Alasan lain yakni pemilik kayu berinisial LA hingga saat ini masih buron. “Kita sudah periksa kondektur, kita sudah periksa supir. Kemudian kita sudah periksa pemilik kendaraan (oknum polisi. Red). Kita belum tetapkan tersangka karena supir belum sehat 100 persen. Jadi keterangannya pun belum meyakinkan kita. Bahwa informasi siapa pemilik kayu sudah ada (LA. Red), tapi kita belum periksa itu, karena yang bersangkutan sudah tidak ada ditempat,” ucapnya.

Berdasarkan hasil penyidikan awal, kata perwira polri berpangkat dua balok di pundak ini, penyidik telah mengetahui kemana kayu hasil ilegal loging tersebut akan di pasarkan. “Menurut supir, bahwa kayu akan ditampung di Maligano (Kabupaten Muna bagian timur- red) selanjutnya berangkat ke tempat tujuan kemungkinan di daerah Bau-Bau,” ungkapnya.

Untuk di ketahui, Kapolres Muna AKBP Aguang Ramos P Sinaga dalam konferensi persnya pada Kamis, (11/10) lalu menegaskan, pihaknya akan bersungguh-sunguh dan transparan dalam melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut, meskipun dalam perkara itu, melibatkan seorang oknum polisi. Sebab, unsur melawan hukum dalam perkara tersebut sudah terpenuhi yakni melanggar undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang kehutanan atau undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati. “kita lagi maraton melakukan pemeriksaan. Hasilnya kita akan sampaikan ke rekan-rekan (Pers. Red). Prosesnya akan lanjut, siapapun yang terkait disini,” tegas Ramos. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top