METRO KOLAKA

USN Gelar Donor Darah untuk Korban Bencana Sulteng

Civitas akademika USN Kolaka menggelar aksi donor darah untuk korban bencana Sulteng. Tampak Wakil Rektor II Bidang Keuangan USN Kolaka, Syahrir Sahaka saat mendonorkan darahnya di KPPN Kolaka, Kamis (25/10). FOTO : Humas USN Kolaka untuk Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Civitas akademika Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka kembali menggelar aksi kemanusiaan untuk membantu korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Jika beberapa waktu lalu USN telah menerjunkan tim relawan dan bantuan logistik ke lokasi bencana Sulteng, kali ini civitas akademika USN bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kolaka, menggelar aksi donor darah untuk korban gempa dan tsunami Sulteng, Kamis (25/10).

Humas USN Kolaka, Muhammad Asri mengatakan kegiatan donor darah diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari dosen, staf dan mahasiswa. Termasuk di antaranya Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Syahrir Sahaka.

Selanjutnya, dari hasil donor darah itu akan didedikasikan untuk korban gempa dan tsunami Sulteng yang saat ini sedang dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di Sulteng. Kantong darah akan didistribusikan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kolaka. “Para korban membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita semua, termausk civitas akademika USN Kolaka. Semoga dengan bantuan darah ini dapat menyembuhkan saudara-suadara kita yang saat ini sedang dalam perawatan medis di rumah sakit,” ujar pria yang karib disapa Leo itu.

Seperti dilansir JPNN.COM (Kolaka Pos Grup), gempa bumi dan tsunami serta likuifaksi yang melanda tiga daerah di Sulteng yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi memberikan dampak besar. Hingga Minggu (21/10), tercatat sebanyak 2.256 orang meninggal dunia. Sebarannya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171, dan Sigi 366. Sementara sebanyak 1.309 orang dinyatakan hilang, 4.612 korban luka-luka dan 223.751 warga mengungsi di 122 titik.

Sementara sebanyak 1.309 orang dinyatakan hilang, 4.612 korban luka-luka dan 223.751 warga mengungsi di 122 titik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur akibat bencana tersebut. Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan tujuh unit dan sebagainya. “Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB RI, Sutopo Purwo Nugroho kepada JPNN.COM, Minggu (21/10). (kal/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top