METRO KOLAKA

Kades jangan Beri Ruang Wartawan ‘Bodrex’..!

Ketgam : Ketua PWI Kolaka, Armin Arsyad (kanan) didampingi Muzakkir Aziz yang juga anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (ITJI) Kendari. FOTO : Kaulia Ode/ Kolaka Pos

KOLAKAPOS,Kolaka–Sebagian besar Kepala Desa maupun Kepala Sekolah kerap mengeluhkan ulah oknum wartawan mencari-cari kesalahan kemudian ujung-ujungnya meminta uang. Bahkan oknum wartawan seperti ini kadang juga mencatut nama media atau wartawan lain yang bernaung di media resmi.

Kondisi tersebut bahkan sudah berlangsung lama dan menjadi rahasia umum di kalangan para pekerja pers di Kolaka. Hal itu tak dipungkiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kolaka, Armin Asryad.

Armin mengatakan jika ada oknum yang mengaku wartawan tetapi kerjanya hanya menakut-nakuti narasumber maka oknum tersebut bukanlah wartawan.

Sebab menurut Armin, seseorang dapat dikatakan wartawan atau jurnalis apabila dalam melakukan kegiatan peliputan menjalankan kode etik sesuai dengan kode etik jurnalis. Kode etik itu diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Dimana salah satu pasalnya menyatakan bahwa wartawan Indonesia menempuh cara-cara profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. “Jadi kalau ada oknum yang mengaku wartawan lalu kerjanya hanya menakut-nakuti narasumbernya itu wartawan bodrex namanya, jadi jangan dilayani ” ujar Armin, kemarin (29/10).

Armin meminta, warga Bumi Mekongga terutama Kades maupun Kasek agar tidak memberi ruang kepada oknum wartawan bodrex. “Ini kadang-kadang saya lihat ada oknum yang mengaku wartawan sekaligus LSM, ini juga yang keliru. Sebenarnya kita juga di PWI tidak mau menghalang-halangi mereka untuk mencari rejeki, tapi kalau mau jadi wartawan ya jadilah wartawan yang benar jangan seperti itu,” tegasnya.

Armin sendiri bahkan mengaku selama menjadi ketua PWI Kolaka namanya sempat dicatut oleh oknum tertentu untuk melakukan hal-hal tak bertanggungjawab terhadap narasumber. Beruntung hal itu tak sampai merusak citra baik organisasi kewartawanan itu. “Makanya kita di PWI pernah melakukan koordinasi dengan mengirimkan surat kepada beberapa Kades maupun Kasek di Kolaka ini. Tujuannya agar tidak percaya kepada oknum-oknum yang tak bertanggungjawab itu,” tandasnya. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top