BERITA UTAMA

Dianggap Tidak Cukup Alat Bukti, Bawaslu Hentikan Kasus Video Viral Bupati Koltim

Ketua Bawaslu Koltim, Rusniyati Nur Rakibe, S. Pd, M. Pd

KOLAKAPOS, Tirawuta — Badan pengawas pemilu Kolaka Timur (Bawaslu Koltim) resmi menghentikan kasus dugaan pelanggaran oleh bupati Koltim H Tony Herbiansyah melalui video viralnya yang mengarahkan ASN untuk memilih dan mendukung salah satu partai politik (Parpol). Kasus yang dilaporkan oleh koalisi lintas partai politik se-Koltim dengan nomor laporan : 001/LP/PL/Kab/28.13/2018 dianggap tidak cukup alat bukti oleh pihak Kejaksaan dan Kepolisian.

Ketua Bawaslu Koltim Rusniyati Nur Rakibe mengatakan, sejak laporan aduan oleh koalisi parpol diterima Bawaslu, pihaknya langsung melakukan proses pemeriksaan dan klarifikasi kepada semua pihak yang terlibat dalam video tersebut, termasuk kepada Bupati Koltim sebagai terlapor. “Semua kita sudah panggil dan melakukan pemeriksaan secara detail terhadap kasus video tersebut. Dan kami simpulkan cukup dua alat bukti salah satunya saksi, baik yang merekam maupun yang hadir pada saat itu dan ada alat bukti video rekaman. Sehingga kami berkesimpulan pasal yang disangkakan pasal 547 itu terpenuhi sehingga kami anggap cukup alat bukti unsur-unsur tidak pidana pelanggaran pemilu sehingga kami berkesimpulan ditingkatkan kepenyidikan,” ungkapnya saat ditemui media ini.

Namun, lanjut Rusniyati, dalam proses bersama dengan pihak gabungan penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Kejaksaan dan Kepolisian, berkesimpulan yang sama tidak ditingkatkan statusnya karena dianggap tidak cukup alat bukti dan unsur-unsur tindak pidananya tidak terpenuhi dengan pasal yang disangkakan, sehingga mereka berkesimpulan tidak ditingkatkan ke tahap selanjutnya. “Sesuai pembahasan baik itu pembahasan pertama dan kedua, pihak Gakkumdu telah merekomendasikan kasus ini tidak diteruskan kepenyidikan atau dihentikan, meski ada kesimpulan yang berbeda ” jelasnya.

Terkait dengan kesimpulan yang berbeda antara Bawaslu dan pihak dari Kejaksaan dan Kepolisian pihaknya tidak bisa beropini untuk memberikan argumen sebab bukan domain Bawaslu. “Silahkan tanyakan langsung kepada mereka (jaksa dan kepolisian, red),” pintanya.
Pihaknya juga telah siap jika para pelapor akan melaporkan mereka ke pihak Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) jika tidak puas akan hasil keputusan ini. “Kami siap jika nanti kami dilaporkan dengan keputusan ini,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu pelapor dari koalisi lintas partai Nono Sidupa, mengaku kecewa atas keputusan Bawaslu Koltim, sehingga pihaknya akan melakukan upaya hukum selanjutnya. Sebab menurutnya, fakta di lapangan sudah jelas adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh bupati Koltim. “Kami dari koalisi parpol sebagai pelapor tentunya sangat kecewa dan merasa dirugikan dengan putusan tersebut, sebab menurut kami saksi-saksi yang diminta keterangannya terutama saksi yang hadir pada saat bupati Koltim mengarahkan ASN untuk memilih parpol tertentu sebagaimana isi dalam video tersebut yang telah viral dimedia sosial, beberapa dari mereka membenarkan kejadian dan isi yang tertuang dalam video tersebut,” tegasnya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top