BERITA UTAMA

Kepala Kantor Kemenag Koltim Bantah Tudingan KUA Tirawuta

Kepala Kantor Kemenag Koltim, H. Muh Yusuf.

KOLAKAPOS, Tirwauta –Kepala kantor Kementerian Agama Kolaka Timur (Kemenag Koltim) Muh. Yusuf, menyayangkan sikap anggotanya yang membuat suatu pernyataan disalah satu media cetak. Yang seolah-olah menyudutkan dirinya dalam setiap kebijakannya selaku kepala kantor Kemenag Koltim.

“Ini yang kami sayangkan tiba-tiba ada pemberitaan, bahwa kami tidak memberikan dana SPPD kepada kepala KUA Tirawuta. Padahal masalah SPPD itu selau dicairkan, setiap ada laporannya yang masuk ke kami. Jadi tidak benar kalau kami menahan SPPD-nya,” kesal Muh Yusuf saat ditemui media ini.

Menurutnya, masalah SPPD pihaknya tidak bisa mencairkan jika tidak ditandatangani oleh atasan langsung, kemudian ada bukti perjalanan. Sehingga jika laporan SPPD-nya sudah masuk, maka paling lama satu minggu dananya sudah dicairkan. “Jadi alasan pak Sahrul (kepala KUA Tirawuta, red) katanya SPPD-nya terlambat dibayarkan, bagaimana mau tidak terlambat dicairkan mulai Januari sampai Oktober laporan perjalanannya tidak ada yang masuk ke kami, jadi bagaimana kita mau bayarkan. Dan kita sudah berulang kali sampaikan tapi belum juga dimasukkan. Apalagi pak Sahrul malas datang rapat, selalu diwakilkan oleh anggotanya jadi tidak paham apa yang sering disampaikan,” bebernya.

Terkait monitoring yang dilakukan disetiap KUA, itu merupakan program yang wajib dilakukan setiap kantor Kemenag. Apalagi kantor KUA Tirawuta merupakan ikon di Koltim karena berada di pusat kota. “Maka wajar jika kami selalu melakukan monitoring ke sana. Kami setiap dua kali sebulan harus melakukan monitoring kepada semua KUA untuk melihat kinerja KUA,” jelasnya.

Sehingga dirinya menghimbau kepada semua kepala kantor KUA agar betul-betul menjalankan tupoksinya, sehingga memberikan pelayanan yang maksimal di masyarakat. “Jadi jangan ada lagi laporan jika Kepala KUA malas berkantor dan kami paham tugas mereka tidak harus di kantor, tapi paling tidak ada laporan dan absennya harus jelas. Itu yang saya inginkan,” tutupnya.

Sementara itu, kepala KUA Tirawuta Sahrul Torada mengakui jika ada miskomunikasi, sehingga dirinya berharap agar kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini. “Sebagi bawahan saya minta maaf atas tindakan saya, karena niat saya agar bagaimana kita tetap kompak dan selalu bersinergi tanpa ada saling dirugikan,” singkatnya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top