MUNA

60 Kasus Rubella Ditemukan di Muna

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Raha — Dinas Kesehatan Kabupaten Muna mencatat sedikitnya 60 anak-anak di Muna mulai terjangkiti virus Rubella. Masuknya virus berbahaya yang menyerang anak-anak usia sembilan hingga 15 tahun ini, terhitung sejak 2017 hingga tahun ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Muna, Ansar.

Menurutnya, temuan tersebut saat pihak Dinkes Muna melakukan Kalbe Campak di kecamatan Katobu dan kecamatan Kabawo pada 2017 silam. “Saat itu, teridentifikasi positif Rubella sebanyak 59 kasus tersebar di Puskesmas Mabodo, Kabangka, Lasalepa dan Tampo. Sementara untuk Campak hanya 13 kasus,” ungkapnya.

Lanjut Ansar mengatakan, pada tahun ini bedasarkan hasil identifikasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), saat berkunjung ke Muna tepatnya di desa Pola, kecamatan Pasirputih, menemukan satu kasus mirip penyakit Rubella.
“Saat kita melakukan pendampingan dari tim WHO ada temuan dugaan kasus Rubella, tepatnya di Desa Pola. Kasusnya sudah diselidiki namun kita menunggu hasil Laboratorium dari Surabaya, apakah anak itu positif Rubella atau tidak,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi penularan virus Rubella kata Ansar, pihaknya terus melakukan imunisasi Campak dan Rubella. Tahun ini, pihaknya memasang target 95 persen untuk melakukan imunisasi terhadap anak umur sembilan tahun hingga 15 tahun. Hasilnya sudah 70 persen atau sekitar 45.276 sasaran dari 65 ribu sasaran yang mereka targetkan.

“Wilayah yang mendominasi untuk pelaksanaan imunisasi MR terdapat di kecamatan Katobu, sebanyak 3.700 peserta. Namun ada juga yang menolak seperti yang terjadi di kecamatan Duruka desa Wapunto. Kemudian, sebahagian masyarakat kecamatan Katobu juga Kabawo,” katanya.

Penolakan untuk melakukan imunisasi tersebut kata Ansar, akibat informasi antara halal atau haram menggunakan vaksin MR tersebut. Padahal dalam fatwa MUI, ucapnya, sudah ditegaskan dibolehkan penggunaan vaksin karena kondisi darurat. “Produk akhir vaksin tidak mengandung unsur babi. Itu teruji di laboratorium Kesda. Namun memang dalam pembuatannya bersinggungan dengan unsur babi, dia sebagai katalisator yang sifatnya mempercepat reaksi namun dalam produk akhir sudah terpisah,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top