METRO KOLAKA

Komisi III Kaji Efisiensi Pembangunan Jalan Rabat Beton di Gowa

Komisi III DPRD Kolaka saat melakukan kajian ke Pemda Gowa, Sulsel. Di sana mereka bertemu dengan Kadis PU Kabupaten Gowa, Muh. Munddap.

KOLAKAPOS, Kolaka — Pembangunan jalan rabat beton di beberapa ruas jalan di wilayah Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyita perhatian anggota Komisi III DPRD Kolaka. Pasalnya, pembangunan jalan rabat beton itu yang dianggap memiliki efisiensi dibanding jalan aspal. Karenanya, pada pekan lalu, anggota Komisi III DPRD Kolaka mengunjungi Gowa untuk melakukan konsultasi dan kajian terhadap pembangunan jalan rabat beton itu.

Usai melakukan kajian itu, Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Syaifullah Khalik berkesimpulan bahwa jalan rabat beton lebih efisien dalam penggunaan anggaran untuk jangka waktu yang panjang dibanding menggunakan jalan aspal. “Kesimpulan kami setelah bertemu dan berkonsultasi serta mengkajinya, ternyata lebih efisien dan bisa menghemat anggaran untuk jangka panjang. Karena ternyata daya tahannya bisa lima tahunan ke atas, bahkan lebih dengan perawatan minim. Di sana ternyata sudah dua periode pemerintahan jalan rabat betonnya masih bagus,” kata Syaifullah Khalik, kemarin (5/11).

Ia mengungkapkan, jika dibandingkan dengan jalan aspal yang dibangun Pemda Kolaka selama ini di beberapa ruas jalan di kecamatan, jangka waktunya tidak berumur panjang. “Kalau di sini kan jalan aspalnya belum cukup 1 tahun sudah lubang-lubang, perawatannya juga memakan biaya yang tidak sedikit. Jadi saya kira ini yang perlu kita uji cobakan juga di Kolaka penggunaan jalan rabat beton,” ungkap Legislator Gerindra itu.

Hanya saja, kata Syaifullah, untuk pembangunan jalan beton awalnya memakan biaya dua kali lipat dari jalan aspal. Namun demikian, jalan beton lebih hemat dalam sisi perawatan dan tahan lama. “Perbandingannya itu dua kali lipat, hasil konsultasi kita jalan beton itu memakan biaya Rp3,4 milyar per kilometer. Sementara jalan aspal hanya Rp1,3 milyar, memang awalnya sih anggarannya cukup banyak tapi kalau dihitung hitung biaya perawatan saya kira lebih efisien dan menghemat serta lebih tahan lama,” terangnya.

Syaifullah juga mengatakan, pemerintah kabupaten Gowa memang menganggarkan pembangunan infrastruktur setiap tahunnya sebesar 20 persen dari total APBD. Sehingga lebih leluasa dalam membangun infrastruktur jalannya. “Apa yang diterapkan oleh Pemda Gowa Memang patut dicontoh. Terutama pembangunan jalan betonnya, kita uji coba dulu di beberapa titik, karena ini sudah terbukti di Gowa, kalau bisa ditahun 2019 nanti,” harapnya. (mir/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top