MUNA

Ridwan Bae Prihatin, CPNS Berguguran

Kepala BKPSDM Muna Rustam, saat berdialog dengan anggota DPR RI Ridwan Bae dan sejumlah anggota DPRD Muna dilokasi tes SKD CPNS SMAN 1 Raha. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

Janji Temui Men-PAN

KOLAKAPOS, Raha — Pelaksanaan ujian tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Muna sudah berjalan dua hari terhitung sejak Senin, (5/11) hingga Selasa, (6/11). Pasalnya, di hari kedua pelaksanaan tes SKD ini, dari 979 peserta CPNS Muna yang telah mengikuti tes, baru tujuh orang yang dinyatakan lulus memenuhi nilai standar passing grade sesuai penetapan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 20 tahun 2017.

Rendahnya tingkat kelulusan CPNS tersebut, membuat anggota DPR RI, Ridwan Bae merasa prihatin atas hal tersebut. Ia menilai, banyaknya peserta yang gugur saat tes SKD disebabkan tingginya nilai standar passing grade.

Olehnya itu, Ridwan berjanji akan menemui Men-PAN RB Komjen ( Pol) Syafruddin guna menyuarakan keluhan para CPNS ini agar nilai standar passing grade dapat dievaluasi. “Kalau yang saya dengar dari peserta tes CPNSD tadi, dua hal yang sangat krusial yakni masalah di nilai Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan waktu yang terlalu pendek (90 menit untuk 100 soal. Red). Artinya, disisi lain mereka diberikan waktu 53 detik untuk satu soal. Sementara membaca soal itu sudah menghabiskan waktu sekian puluh detik, belum di analogikan persoalan. Karena pertanyaan nomor satu dan pertanyaan nomor berikutnya itu pasti mirip-mirip atau hampir sama, nah disitulah mereka mendapatkan kesulitan sehingga waktu banyak terbuang,” ucap pria yang akrab disapa RB ini, saat mengunjungi lokasi ujian tes SKD CPNS di SMAN 1 Raha, Selasa (6/11).

Ditempat yang sama, Kepala BKPSDM Muna, Rustam mulai pesimis akan kuota formasi CPNS Muna sebanyak 290 tidak akan tercapai. Sebab Ia menilai, dalam dua hari pelaksanaan tes SKD di Muna, rata-rata peserta ujian tidak mampu lulus pada nilai TKP. ” Kalau kita mengambil nilai standar passing grade 2013 lalu, yakni TWK 70, TIU 75 dan TKP, 125, saya yakin banyak peserta yang lulus. Tetapi, nilai passing grade CPNS 2018 sangat berat untuk peserta yakni TKP 143, TIU 80, TWK 75. Sementara untuk formasi tenaga guru (K2), TKP 143, TIU 60, TWK 75. Kemudian lulusan terbaik atau cumlaude, TKP 143, TIU 85, TWK 75. Rata-rata 80 persen peserta yang mengikuti tes selama dua hari ini jatuh di nilai TKPnya,” ungkapnya

Rustam berharap agar DPRD Muna dan DPR RI dapat menyuarakan permintaan daerah ke Men-PAN RB supaya nilai passing grade dapat diturunkan ke nilai standar CPNS 2013. “Jika hingga tanggal 10 tidak memenuhi target, maka formasi ini akan hilang. Jadi harapan kami, pertama ada penurunan passing grade atau melakukan perangkingan agar terpenuhi semua jumlah formasi yang telah ditentukan Kemen-PAN RB. Semoga ini bisa disuarakan, karena fenomena ini tidak terjadi di Kabupaten Muna, namun fenomena ini juga terjadi diseluruh Indonesia,” pinta Rustam dihadapan anggota DPR RI Ridwan Bae dan sejumlah anggota DPRD Muna siang itu

Sementara, Wakil Ketua DPRD Muna, Laode Dirun mengatakan, anggota DPRD Muna akan segera menyuarakan aspirasi CPNS ke DPR RI dan Kemen-PAN RB “Kalau kita lihat, memang terlalu tinggi angka passing gradenya. Coba kalau kita dikembalikan pada angka passing grade 2013, secara nasional pasti semua bisa. Kita berharap, Kemen-PAN RB dapat mengembalikan standar itu. (passing grade 2013.Red). (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top