KOLAKA TIMUR

Pesan Khusus Bupati Koltim Dalam Menyambut HKN

Bupati Koltim H Tony Herbiansyah saat membuka kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Koltim dalam rangka hari kesehatan nasional ke-54 tahun 2018 di Puskesmas Poli-Polia, Rabu (7/11). FOTO: Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Tirawuta — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-54 tahun, Bupati Koltim Tony Herbiansyah, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, mencegah penyakit itu lebih baik daripada mengobati.
Hal ini disampaikan Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat membuka bakti sosial Dinas Kesehatan Koltim dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, di Puskesmas Poli-Polia, Rabu (7/11). Bakti sosial ini yakni sunatan massal, pemeriksaan HIV/AIDS dan hepatitis bagi seluruh ibu hamil.
Masyarakat kata bupati, harus sering-sering memeriksakan kesehatan di Puskesmas karena itu sangat penting. Sebab dengan terjaganya kesehatan bisa meningkatkan produktifitas. Sehingga jangan dikonotasinya masyarakat nanti ke Puskesmas kalau sudah sakit, padahal mencegah lebih penting daripada mengobati, karena biaya yang akan dikeluarkan akan lebih besar. Selain itu akan mengganggu ekonomi keluarga dan stabilitas rumah tangga.
“Karena banyak penyakit kita tidak rasa, padahal sudah dirasa dan terjangkiti, seperti kolesterol, darah tinggi dan asam urat. Makanya seringlah lakukan cek kondisi kesehatan dan di Puskesmas itu tidak sulit. Ingat kita harus memelihara kesehatan, dan yang paling penting adalah menjaga pola hidup sehat bukan sekedar simbol. Yakni bagaimana istrahat teratur, makan dan olah raga teratur, makanya para kepala puskesmas harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuh bupati.
Data statistik kemiskinan meningkat, karena banyak faktor salah satunya karena orang sakit dan tidak bisa berobat. Puskesmas harus siap termasuk obat-obatan, karena pemerintah sudah siapkan, jangan sudah sakit baru berobat. Masyarakat harus mendengarkan himbauan pemerintah untuk mensejahterakan dan menyehatkan masyarakat.
Untuk itu lanjut bupati, keluarga sebagai pendekatan awal untuk mendorong untuk hidup sehat sangat berperan penting, dalam meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Sehingga berdampak pada kesehatan yang terjadi serta lingkungan yang sehat, dan biaya akan berkurang apabila memeriksakan secara rutin, karena lebih baik mencegah daripada mengobati.
“IPM (Indeks Pembangunan Manusia, red) dari satu daerah itu diukur dari pendidikan, kesehatan dan pendapatan. Kalau kesehatan terganggu, maka pendidikan dan pendapatan pasti terganggu, makanya lebih baik mencegah daripada mengobati,” tuturnya.
Sementara dalam laporannya, Plt Kadis Kesehatan Koltim Surya Hutapea menyampaikan, dalam menyongsong hari kesehatan nasional ini, pihaknya sudah laksanakan sosialisasi penyakit TBC, HIV/AIDS dan Hepatitis.
“Perlu kami sampaikan, di 2017 di Koltim ini ditemukan 149 kasus TBC. Kemudian ada enam orang meninggal dunia karena terjangkit HIV/AIDS yang kesemuanya dari kalangan anak muda karena pengaruh homo seksual,” bebernya. (k9/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top