NASIONAL

Bea Cukai Semakin Agresif Berantas Rokok Ilegal

KOLAKAPOS, Jakarta — Bea Cukai kian meningkatkan pengawasan cukai ilegal dari tahun ke tahun. Salah satu caranya dengan mencanangkan program Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT).

Program ini bertujuan untuk memberantas praktik perdagangan barang kena cukai ilegal dan tidak sehat.

Selain itu, juga dalam rangka pengamanan hak keuangan negara, khususnya terkait dengan produksi, peredaran, dan perdagangan barang kena cukai.

Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan, melalui program PCBT itu, pihaknya secara intensif dan masif melakukan penindakan rokok ilegal, operasi pasar, dan kampanye anti rokok ilegal, baik secara berkala maupun bersama dengan kementerian/lembaga lain.

Dia menjelaskan, hingga 14 September 2018, Bea Cukai telah melakukan 4.062 penindakan terhadap rokok ilegal.

Jumlah ini naik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.966 penindakan.

Penindakan yang terus meningkat ini merupakan salah satu bukti keseriusan Bea Cukai dalam penegakan hukum di bidang cukai.

“Selain itu, juga memberikan keadilan bagi para pengusaha rokok yang selama ini taat terhadap aturan yang ada seperti yang dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah DIY dan Bea Cukai Sampit dalam dua aksi penindakan yang berbeda,” kata Deni.

Menurut Deni, Bea Cukai Jateng DIY bersama Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2), Bea Cukai Kudus, dan POMDAM menggagalkan upaya peredaran rokok ilegal di daerah Kalinyamatan, Jepara.

“Keberhasilan penggagalan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa terdapat rumah atau bangunan yang digunakan untuk kegiatan pengumpulan dan pengepakan rokok ilegal. Atas informasi tersebut tim gabungan Bea Cukai dan POMDAM melakukan operasi yang dinamai Operasi Gabungan Sapu Bersih Rokok Ilegal,” ujar Deni.

Dalam operasi tersebut berhasil diamankan dua juta batang rokok ilegal dengan berbagai merek dan jenis.

Diperkirakan nilai barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebesar Rp 1,5 miliar dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai angka Rp 1 miliar.

Selanjutnya, barang bukti dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Setali tiga uang dengan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Bea Cukai Sampit juga melancarkan aksi penindakan yang menyasar rokok ilegal pada 5 November 2018.

“Titik operasi adalah daerah Pagatan. Belum adanya akses jalur darat dari Sampit menuju Pagatan mengharuskan tim untuk menempuh jalur sungai. Setelah kurang lebih lima jam meyusuri perairan, petugas tiba di Dermaga Pagatan dan langsung disambut oleh tim dari Polsek Pagatan dan Satpol-PP Katingan,” kata Deni.

Tim gabungan dibagi menjadi dua, masing-masing berpencar menyusuri Pasar Pagatan dengan sasaran utama adalah rokok ilegal yang dijual oleh para pedagang. Setelah dua jam penyisiran, tim gabungan berhasil menegah ratusan batang rokok yang dilekati pita cukai palsu dan pita cukai bekas. Ratusan batang rokok tersebut diamankan dan nantinya akan dimusnahkan.

“Operasi kali ini merupakan respons atas masih maraknya peredaran rokok ilegal di Kabupaten Katingan. Selain sebagai upaya represif memerangi peredaran rokok ilegal, operasi gabungan ini juga sekaligus sebagai langkah persuasif yang dilakukan Bea Cukai Sampit kepada pedagang sekaligus mempererat sinergi lintas instansi,” kata Deni.

Meningkatnya penindakan cukai yang dilakukan kantor-kantor pelayanan Bea Cukai hingga menyebabkan penurunan peredaran rokok illegal membuat konsumen tidak mempunyai pilihan kecuali membeli rokok legal dengan harga yang lebih tinggi.

Hal ini diharapkan bisa mengurangi konsumsi rokoknya dan akan berdampak pada penurunan prevalensi merokok.

“Situasi ini juga perlu mendapat perhatian sebagai upaya untuk menahan laju pertumbuhan perokok pemula. Kita semua perlu lebih concern mengenai hal ini, mengingat kita memiliki bonus demografi yang jika kita tidak manfaatkan akan menjadi ancaman,” kata Deni. (adv/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top