MUNA

Bupati Muna Minta Pimpinan SKPD Harus Lebih Produktif

KOLAKAPOS, Raha — Bupati Muna LM Rusman Emba meminta secara tegas kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Muna supaya lebih kreatif dan inovatif dalam merencanakan serta melaksanakan program-program kerja yang tertera dalam visi misi agar pencapaian yang diharapakan lebih berkualitas, akuntabel dan produktif. Hal tersebut diucap orang nomor satu di Bumi Sowite ini dihadapan seluruh pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Muna dalam acara Forum Penyelenggara Konsultasi Publik Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (FPKPP RPJMD) tahun 2016-2021 di Aula Pemda Muna, Senin (19/11) lalu.
Menurutnya, sebagai pelaksana fungsi eksekutif yang harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik, maka SKPD harus mempu memberikan perubahan positif yang lebih terarah dan sistematis terhadap keberhasilan Pemda Muna, tentunya dalam pencapaian visi dan misi. “Visi misi kita besar, SKPD harus mampu lakukan komunikasi baik di Provinsi maupun APBN. Sebab kita harus genjot pembangunan. Karena apa artinya kalau pejabat berganti setiap saat, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan,” ucapnya
Rusman Emba mengakui, sejauh ini Ia masih mengalami kesulitan dalam mewujudkan visi dan misinya. Hal itu disebabkan anggaran APBD Muna masih bermain diangka Rp1,2 triliun. Sementara dari nominal itu, belanja pegawai dialokasikan sebesar Rp500 miliar. Sisanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH). “Jadi bahwa perubahan RPJMD merupakan efisiensi, apa-apa yang dilakukan dua tahun terakhir ini. Kita mohon masukan dari publik dalam rangka kerja-kerja kita. SKPD hingga camat, apa yang harus dilakukan,” pintahnya
Disisi lain Rusman mengatakan, ketertinggalan Muna dalam bidang pembangunan infrastruktur disebabkan kesalahan sejak 70 tahun terakhir, makanya Muna hanya dianggap sebagai daerah kecil. Olehnya itu pasangan Abdul Malik Ditu ini mengungkapkan, dua tahun terakhir ini Ia mulai melakukan pembenahan untuk merubah wajah kota Raha. Hal itu diwujudkan dengan melakukan desain perubahan utamanya pada sektor infrastruktur jalan dari lebar awal 3,5 meter menjadi lebar sembilan meter bahkan hingga mencapai kelebaran 15 meter dengan harapan Muna, mampu melepaskan diri dari keterisolasian. “Kita beda dengan daerah lain. Daerah Kendari dan Kolaka punya investasi. Kita tak ada. Ini tantangan kita semua. Pengambil kebijakan harus hati-hati. Untuk itu, dengan adanya forum ini, kita saling mengkritisi, saling memberikan masukan. Memberikan ide-ide yang luar biasa,” pintahnya menegaskan. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top