KONAWE SELATAN

Surunuddin Launching Desa Pangan Jaya Jadi Kampung Krya

Bupati Konsel bersama Wakadiv PT. PNM saling bertukar souvenir usai menetapkan Desa Pangan Jaya jadi Kampung karya. FOTO: Sapruddin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo — Bupati Konawe Selatan (Konsel) H. Surunuddin Dangga, melaunching Desa Pangan Jaya menjadi kampung kreatif limbah kayu kamelia, pada acara penutupan Klasterisasi Meubel dan HandyCraft yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan milik BUMN, PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), Kamis (22/11).

Dikatakan H. Surunuddin Dangga, Pemda Konsel mengucapkan terimakasih dan apresiasi Kepada PT. PNM, karena telah mendorong usaha-usaha kreatif dengan melakukan pelatihan dan pendampingan kepada pengrajin meubel di Konsel, termasuk mengajarkan cara mendesain gambar yang menghasilkan suatu bentuk nyata dari limbah kayu, yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

“Bak gayung bersambut, dari hasil pelatihan dan pendampingan pihak PNM serta pihak terkait lainnya, mampu menciptakan hasil karya seni kriya limbah kayu oleh perajin kita, serta adanya sinergitas antara Dinas Pariwisata bagian ekonomi kreatif dengan pihak Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI, yang dibangun selama kurang lebih 3 Tahun yang begitu harmoni dan intensif. Sehingga Konsel ditetapkan sebagai Kabupaten Kriya oleh BEKRAF,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Surunuddin penghargaan ini disematkan, karena pihak Bekraf melihat keseriusan Pemda Konsel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui pengembangan sumber daya para perajin meubel, yang didukung dengan bantuan peralatan dan anggaran, sehingga terciptanya komunitas perajin Anoart di Desa Pangan Jaya dan Iwoi Mendoro yang berjumlah 50 perajin.

“Untuk mendukung program Bekraf, maka hari ini kita launching Desa Pangan Jaya sebagai kampung kriya dari hasil limbah kayu, yang tentunya untuk meningkatkan penghasilan perajin dan mendorong warga lain, untuk terus berkreasi di bidang lainnya, termasuk dengan mengeluarkan regulasi agar Diknas membeli karya perajin Anoart (mainan edukasi) untuk digunakan di sekolah tingkat TK dan SD,” ungkapnya.

Pihaknya, tambah Surunuddin juga telah instruksikan kepada Kadis Disperindag, Koperasi, Diknas, dan Kadis Sosial untuk saling bersinergi dan bahu membahu mensukseskan program nasional Kabupaten dan Kampung Kriya ini, termasuk bagaimana meningkatkan seni kreasi, kualitas, ketepatan waktu dan pangsa pasarnya kedepan agar lebih baik, dengan harapan kampung ini memiliki brand yang dikenal secara nasional maupun internasional.

“Dengan berakhirnya masa kegiatan pelatihan dan pendampingan pihak PNM kepada para perajin hari ini, kita berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut pada bidang lainnya dengan mengajak perusahaan membuat komitmen kerjasama, melalui penanda tanganan nota kesepahaman (MoU) seperti yang kami lakukan dengan perusahaan lain, yang tentu saling menguntungkan demi peningkatan ekonomi masyarakat,” tukasnya.

Sedangkan, dalam kesempatan tersebut Wakadiv PT. PNM Octo Wibisono menjelaskan selama kurang lebih enam bulan, pihaknya melakukan pelatihan bekerjasama dengan Bekraf di Desa Pangan Jaya kepada pelaku UKM Meubel dan Handycraft, yang bertujuan untuk bersama-sama memajukan masyarakat perajin dengan memegang prinsip bahwa majunya suatu negara dimulai dari masyarakat paling bawah.

“Kami melatih cara mendesain dan menciptakan suatu bentuk yang menarik dan menjadi bermanfaat dari limbah kayu yang sebelumnya dijadikan sampah atau dibakar, termasuk cara menjual di situs online, yang nantinya akan kami pikirkan bagaimana mengembangkan pada sisi pemasarannya,” jelas Octo.

Lanjutnya, Octo mengaku bangga karena dari ide dan gagasan yang dikembangkan bersama bisa ditangkap oleh masyarakat dan Pemda, sehingga hari ini Desa Pangan Jaya diresmikan sebagai kampung kreatif, sambil berharap semoga kedepan bisa semakin lebih baik dan makin bertambah jumlah kampung kreatifnya, sehingga Konsel bisa lebih maju dan namanya lebih harum dan lebih terkenal hingga ke level mancanegara.

“Hari ini dengan berat hati kami mohon ijin ke daerah lain, karena tahun ini target kami dari 60 cabang yang ada di Indonesia harus mampu menciptakan 100 program pelatihan dan pendampingan kepada para UMKM, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa bekerjasama dengan Pemda Konsel pada cluster lainnya,” tandas Octo.

Usai kegiatan lauching dan penutupan pelatihan meubel, Bupati bersama Wakadiv PT. PNM saling bertukar souvenir, sekaligus mengunjungi pameran karya seni kriya dari komunitas Anoart yang ditampilkan dalam gedung Balai Desa tempat acara digelar, yakni berupa gantungan kunci, celengan dan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, mendampingi Wakil Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT. PNM Octo Wibisono, dan Pemimpin Cabang PNM Kendari Sugiarto, Kadis Disperindag Sitti Chaddijah, Kadis Sosial Jeni, Kadis Pariwisata AB Subair, Camat Lainea Murla dan Kabid Ekonomi Kreatif Dispar Suartin. (K5/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top