BERITA UTAMA

Anggota DPRD Kolaka Marah Modus Bagikan Bantuan Kepentingan Politik Caleg

KOLAKAPOS, Kolaka — Beberapa anggota DPRD Kolaka mengecam tindakan sebagian oknum yang menggunakan modus pemberian bantuan pemerintah untuk kepentingan politik atau agar dipilih dalam pemlihan umum nanti.
Ahmar , misalnya legislastor PKS mengungkapkan saat ini di daerah pemilihannya, ada oknum yang memberikan bantuan mesin perahu kepada beberapa nelayan dengan mengarahkan agar memilih salah satu caleg. “Di daerah saya ada begitu, baru-baru ini tiba-tiba muncul bantuan mesin perahu nelayan, dan kepada penerimanya tentunya diiarahkan untuk memilih salah satu caleg,” paparnya. (24/11)

Legisltor PKS itu juga heran, bantuan-bantuan tersebut tiba-tiba muncul padahal saat ini sudah masuk pembahasaan APBD 2019. “Saya juga heran kenapa bisa muculnya diakhir-akhir ini, harusnya kalau memang bantuan 2019 ya jangan di akhir-akhir tahun ini, ini kan sudah masuk pembahasan APBD 2019, ini pasti modus, bisa saja mereka tahan-tahan nanti dekat pemilihan baru disalurkan,” tuturnya.

Untuk itu dia berharap beberapa penegak hukum dan termasuk Bawaslu sendiri untuk mengawasi pemberian bantuan tersebut. “Ini harus diawasi juga oleh penegak hukum, atau Bawaslu,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Syarifuddin Baso, anggota DPRD Kolaka dari Partai PDI-P. Dia juga memaparkan bahwa dirinya mendapatkan laporan adanya oknum pejabat dari instansi pemda tertentu yang menyalurkan bantuan pupuk cdengan mengarahkan agar memilih salah satu caleg. “Ada juga itu bantuan pupuk, diberikan masyarakat kemudian diarahkan pilih keluarganya yang menjadi caleg, ini sudah tidak benar, saya akan terus telusuri ini dan akan saya laporkan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kolaka lainnya, Hasbi Mustafa, meminta para oknum pejabat untuk tidak menggunakan modus bantuan pemerintah dalam meraih suara untuk keluarga dan koleganya yang menjadi caleg.

“Kerena sudah banyak laporan, makanya saya minta, oknum pejabat untuk menghentikan hal itu, jangan lagi gunakan cara yang tidak benar dengan menekan rakyat dengan modus memberi bantuan pemerintah lalu arahkan rakyat memilih keluarganya yang menjadi caleg,’ tegasnya.

Lanjutnya cara-cara seperti itu tidak elegan dan mencederai proses demokrasi. Dia bahkan tidak segan akan melaporkan oknum tersebut kepada Bupati dan penegak hukum untuk diproses. “Kalau mau meraih simpati rakyat jangan seperti itu, fight yang benar, kalau masih ada, saya tidak segan laprokan sama bupati dan penegak hukum untk diproses,” tutupnya. (mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top