BERITA UTAMA

DPRD Konawe Didesak Tutup Perusda Konawe Jaya

Ketua DPRD Konawe Tengah (Kacamata) Saat menemui massa Aksi di depan gedung DPRD Konawe.

KOLAKAPOS, Unaaha — Dua lembaga masyarakat antaranya Aliansi Suara Rakya (Alsurat) dan Lembaga Pemantau Kebijakan (LPK) Selasa (27/11) gelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe. Aksi tersebut mendesak DPRD Konawe untuk menutup Perusahaan Daerah (Perusda) Konawe Jaya dan menyetop pemberian modal kepada Perusahaan plat merah tersebut.

Hal ini dinilai, karena Perusda Konawe Jaya tidak memberikan kontribusi nyata pada pemasukan daerah selama ini. Padahal sejak dua tahun belakangan antaranya pada tahun 2016 pemda Konawe, telah menyuntikan dana penyertaan modal kepada Perusda Konawe Jaya sebesar Rp 1,5 miliar dan pada tahun 2017 Pemerintah Konawe kembali memberikan penyertaan modal sebesar 2 miliar, akan tetapi, anggaran penyertaan modal tersebut belum memberikan hasil positif pada pemasukan daerah Konawe.

Jasmilu saat orasi, mempertanyakan kegiatan perusda pada tahun 2016. Dimana saat itu, perusda bersama perusahaan luar melakukan pengadaan material pembangunan dermaga dengan modal anggaran sebesar Rp 500 juta, namun yang menjadi pertanyaan hingga saat ini, dermaga yang di maksud tidak di ketahui keberadaanya, Ia menilai jika kegiatan tersebut merupakan kegiatan fiktif.

Selain pengadaan material dermaga, Jasmilu juga mempersoalkan, pengadaan mesin foto copy dan Alat Tulis Kantor (ATK) sebab, kedua item yang di anggarkan sebagai penyertaan moda tahun 2016, hingga kini tidak berjalan sesuai harapan. Sehingga dianggap mubazir mengeluarkan anggaran daerah untuk perusda karena tidak memiliki play back kepada daerah.

Meski tidak memiliki kontribusi dari anggaran penyertaan modal tahun 2016. Namun lagi-lagi pemerintah daerah Konawe, kembali memberikan penyertaan modal tahun 2017, bahkan nominalnya naik menjadi Rp 2 M. Penyertaan modal tahun itu, Perusda Konawe Jaya di proyeksikan menjadi suplayer material bangunan untuk pembangunan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Kabupaten Konawe.

Dari kegiatan tersebut, Perusda mendapat keuntungan sebesar Rp 800 juta, namun, sambung Jasmilu, keuntungan tersebut belum di setor ke kas daerah padahal sudah hampir 7 Bulan BLUD RS Konawe selesai di kerja. Tapi keuntungan Rp. 800 juta itu belum juga sampai ke daerah.

” Tutup saja itu Perusda. Jangankan kontribusinya, kantornya saja kita tidak tau. Bahkan laporan BPK RI sampai hari ini Perusda Konawe Jaya tidak pernah melakukan konfirmasi sehingga dianggap lalai dalam menjalankan tugasnya,” Kata Jasmilu.

Ketua DPRD Konawe, Ardin, saat menemui massa aksi menjelaskan, pihaknya akan memanggil Direktur Perusda Konawe Jaya, untuk memberikan penjelasan terkait apa yang di sampaikan gabungan dua lembaga.

Sambung Ardin, ia tidak mengetahui banyak terkait penyertaan modal yang di berikan pemda Konawe ke perusda. Sebab saat itu, 2016-2017, dirinya masih menjabat sebagai ketua komisi I, sehingga anggaran yang berhubungan dengan penyertaan modal perusda tidak diketahuinya.

“Kita akan agendakan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), kita upayakan minggu depan karena kalau hari ini sampai tanggal 30 kita masih ada kegiatan sidang paripurna,” Kata Ardin. (m4/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top