BERITA UTAMA

PT Akar Mas Internasional Kembali Berulah

ILUSTRASI

KOLAKAPOS, Kolaka — PT Akar Mas Internasional yang bergerak di bidang pertambangan nikel kembali berulah. Perusahaan yang beroperasi di desa Hakatutobu, kecamatan Pomalaa, kabupaten Kolaka ini diduga melanggar karena menggunakan jalan umum untuk melakukan pemuatan ore.

Rute pengangkutan ore melalui wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Akar Mas Internasional, kemudian melalui jalan provinsi menuju Jetty (pelabuhan) Sumber Setia Budi (SSB), yang melewati dua desa yakni Hakatutobu dan Tambea.

Akibat kegiatan tersebut, banyak kendaraan roda dua yang terjatuh. Apalagi jalur tersebut merupakan satu-satunya jalur menuju Bandara Sangia Nibendara dan Bombana.

“Warga sekitar Hakatutobu dan Tambea sangat resah dengan kejadian ini. Kami meminta pemerintah dan aparat hukum turun lapangan dan menghentikan kegiatan tersebut, karena ini menyangkut nyawa pengguna jalan umum,” kata warga Hakatutobu Baso, yang ditemui Kolaka Pos beberapa waktu lalu.

Menurutnya, aktivitas di PT Akar Mas Internasional dipelopori oleh HL (inisial) sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sudah beberapa kali melakukan hauling (pengangkutan) dan mendapat aksi penolakan dari sejumlah warga.

Untuk diketahui, PT. Akar Mas Internasional belum memiliki izin untuk melakukan aktifitas hauling dan belum mengantongi izin Jetty, sehingga diduga beralih menggunakan Jetty SSB. Pasalnya, masih banyak tunggakan yang harus diselesaikan seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan royalti.

Selain itu, Gubernur Sultra Ali Mazi sudah menegaskan saat pertemuan dengan seluruh pemegang IUP di Sultra pada 6 November lalu di ruang pola kantor gubernur Sultra, agar penggunaan jalan umum dihentikan dalam melakukan pemuatan ore nikel, karena sangat bertentangan dengan peraturan pertambangan dan lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, tak ada satu pun manajemen PT Akar Mas Internasional yang bisa dikonfirmasi. (ist)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top