BOMBANA

Daerah Maju Bersama Pelaku Usaha Kreatif

KOLAKAPOS, Rumbia–Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bombana dari tahun ke tahun Fokus terhadap pembangunan ekonomi masyarakat melalui Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta pengembangan pasar dan sarana prasarana distribusi barang dan produk,dua program unggulan tersebut berguna untuk menopang kesejahteraan masyarakat

Upaya mewujudkan program tersebut dinas Perindagkop melakukan beberapa langkah strategis yakni melakukan peningkatan sumber daya pengurus,pengelola koperasi dan pelaku UMKM,Bantuan Peningkatan Usaha Bagi Koperasi dan UMKM,pembinaan, pengawasan,monitoring evaluasi serta pelaporan perkembangan para pelaku koperasi dan UMKM

Tahun 2017 tercatat sebanyak 274 koperasi yang ada di kabupaten Bombana setelah melakukan monitoring evaluasi di tahun 2018 tercatat hanya 142 koperasi yang masih aktif,dari angka tersebut hampir setengah dari total koperasi yang ada di Bombana tidak aktif,kepala dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Azis Fair koperasi yang tidak aktif itu di karenakan para pengurusnya sudah tidak aktif lagi,terlebih koperasi tersebut merupakan Koperasi yang bergerak di bidang pertambangan

Sementara pelaku UMKM tiap tahunnya mengalami peningkatan hal tersebut dapat di lihat dari jumlah tenaga kerja dan jenis usaha,tahun 2017 pelaku UMKM sebanyak 2.520 dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.814,sedangkan di tahun 2018 jumlah UMKM sebanyak 2.594 dengan jumlah pekerja 2.145

“Tahun 2018 ini pelaku UMKM mengalami peningkatan,sehingga angka pengangguran di kabupaten Bombana mengalami penurunan,”ungkapnya

Tidak hanya pelaku koperasi dan UMKM,pengembangan pasar dan sarana terus di genjot,tahun 2018 ini ada 5 pasar yang terbangun,pasar Tadoha Mapaccing,pasar Boepinang,Mataoleo,Touburi dan Dongkala

Untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tahun 2017 jumlah IKM sebanyak 11 di tahun 2018 mengalami peningkatan dengan capaian IKM sebanyak 19,dengan jumlah industri sebanyak 1.489 tenaga kerja 3.652,catatan jumlah tersebut ada sembilan bantuan dan peralatan yang di berikan yakni Mesin cetak bata merah,mesin pengolahan pisang,mesin pembuatan kripik pisang,mesin pembuatan batu ringan,mesin penyulingan minyak Nilam,Rumah Produksi dompo pisang,mesin parut kelapa,mesin alat perbengkelan dan mesin alat pertukangan yang tersebar di Kabaena,Rumbia dan Poleang.tingkat pertumbuhan mencapai 4,5 persen di banding tahun sebelumnya

Pihaknya pula melakukan terobosan pengawasan dan peredaran barang dan jasa dengan cara melakukan pemantauan lalu lintas perdagangan barang di pelabuhan antar pulau dan darat serta takar liter para pedaganh hal ini di lakukan guna menghindari adanya penimbunan barang dan politik dagang yang dapat menyulitkan konsumen serta

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top