BOMBANA

Wujudkan Kecerdasan Bangsa Melalui Beasiswa Gembira Cerdas

KOLAKAPOS, Rumbia – Anak Putus sekolah di kabupaten Bombana jumlahnya terbilang besar,tahun 2018. Ini berdasarkan data dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bombana mencatat ada 4246 anak tidak lanjut sekolah sesuai tingkatannya.
Mengenali permasalahan tersebut dinas pendidikan kabupaten Bombana melakukan beberapa langkah strategis baik melalui pendidikan formal maupun non formal yang pembiayaan nya melalui anggaran APBD bekerja sama dengan 12 lembaga PKBM dan 1 lembaga SPNF.

Jumlah 4246 anak putus sekolah ini pada tahun 2018 capaian hanya sebanyak 836 orang namun realisasinya 2264 yang belum tercapai sebanyak 1982 orang sehingga dapat di persentasekan hanya mencapai 50 persen .

“Tahun 2018 ini kami telah melampaui target yang di tentukan dan hasilnya ada sekitar 50 persen lebih yang sudah terealisasi,”ungkap Kadis pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bombana Abdul Rauf Abidin Akhir pekan kemarin di ruang kerjanya.

Hal yang sama pemberantasan Buta Aksara menjadi program unggulan tahun ini,yang mana dinas pendidikan dan kebudayaan hanya merealisasikan kegiatan sesuai dengan target yang di capai yakni 370 dari jumlah penduduk buta aksara sebanyak 1698.
“Buta aksara ini yang belum di tuntaskan sebanyak 1328 orang saja,anggaran dan kerjasama nya sama pula dengan program pengentasan Anak Putus Sekolah,”ungkapnya.

Mendukung penyelenggaraan pendidikan di kabupaten Bombana program beasiswa gembira cerdas bersumber dari APBD yang digagas oleh Bupati Bombana dua periode H.Tafdil menjadi program unggulan dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana.

Pada program ini terbagi dua kategori beasiswa gembira ada beasiswa Bidikmisi dan Beasiswa Umum.Tahun 2018 ini , Program tersebut sudah berjalan,beasiswa bidik misi sebesar 6.000.000 perorang,persemesternya selama empat tahun.

Memiliki koata sebanyak 100 orang pendaftar 87 tidak lulus 20 orang dan Ter SK kan 67 orang ,jumlah tersebut berasal dari lulusan SMA/SMK/MA yang memiliki prestasi secara akademik untuk dapat di kuliahan pada jenjang Pendidikan tinggi yang telah di tetapkan oleh daerah sebanyak enam perguruan tinggi .

“Sebelum masuk ke perguruan tinggi yang di tetapkan oleh daerah, anak-anak ini di tes lebih dulu oleh pihak akademisi dari koata dan pendaftar yang ada Pemda Bombana hanya menghasilkan 67 penerima beasiswa tersebut dan anggaran pembiayaan beasiswa sudah terealisasi,”tuturnya.

Program beasiswa gembira cerdas untuk 500 koata bertujuan untuk memberikan apresiasi berupa bantuan beasiswa bagi masyarakat kabupaten Bombana yang berstatus sebagai mahasiswa berprestasi dan kurang mampu secara ekonomi dengan penilaian IP minimal 3,0 dan sedang menempuh studi pada perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar Sulawesi tenggara dengan dukungan anggaran 3 juta perorang per semester.

Program gembira cerdas ini memiliki koata sebanyak 500 orang dengan jumlah pendaftar 687 dan yang lulus berkas dan verifikasi faktual sebanyak 459 orang yang di kerja samakan sebanyak 41 perguruan tinggi.

“Program ini juga untuk serapan anggarannya sudah terealisasi semua terakhir kami MOU dengan pihak perguruan tinggi di bulan November,”ungkap Rauf sapaan akrabnya. (IKI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top