BERITA UTAMA

DPRD Koltim Warning PT Sari Asri Reseki Indonesia 

Ratusan Masyarakat Yang Mengatasnamakan  Aliansi Tolaki Mekongga Saat Melakukan Unjuk Rasa  Di Kantor DPRD Koltim Menuntut PT Sari Agar Menghentikan Aktivitas Perkebunannya Di Rawa Tinondo 

KOLAKAPOS, Tirawuta — Rarusan massa yang tergabung dalam Aliansi Tolaki-Mekongga melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kolaka Timur (Koltim), Senin (14/1). Kedatangan para pewaris yang dipimpin oleh Jabir Lahukuwi guna mendesak PT Sari Asri Reseki Indonesian untuk segera menghentikan aktivitasnya dalam mengolah rawa Tinondo dibidang perkebunan sawit, karena dianggap telah merusak ekosistem di rawa tersebut.

” Kami mita Pemda Koltim untuk segera menghentikan kegiatan di rawa Tinondo.  Kami juga harapkan peran DPRD Koltim segera mendesak Pemda Koltim agar segera menghentikan kegiatan  pengrusakan ekosistem yg hidup dirawa Tinondo, ” tegas Jabir dihadapan anggota DPRD Koltim.

Selain itu, kata ketua Forsda Sultra ini, agar PT Sari segera menanam kembali pohon sagu yg telah rusak dirawa Tinondo. Dan segera menggati rugi  pengruskan ribuan pohon sagu yg telah dibakar oleh perusahaan. ” Kami hanya ingin agar  PT Sari untuk menghentikan segala aktifitasnya dirawa Tinondo sebelum ada kesepakatan dengan pewaris. Sebab jika tidak kami selaku komunitas adat Tolaki Mekongka akan segera menduduki lahan tersebut, ” ucapnya.

Menurut Jabir,  berdasarkan keputusan Bupati Koltim Nomor: 188.45/182 tahun 2015 ini kami anggap tidak sah karena belum ada pelepasan hak dari Pemerintah Republik Indonesia karena rawa Tinondo masuk dalam kawasan konserpasi nasional. ” Gerakan perjuangan unjuk rasa damai dan penduduk lahan akan berjalan terus sampai perjuangan tercapai, ” bebernya.

Sementara itu, ketua DPRD Koltim Hj Rahmatia Lukman mengatakan, berdasarkan pandangan dari anggota DPRD Koltim ada beberapa poin yang harus dipenuhi oleh perusahaan yakni pihak perusahan harus segera menggati rugi lahan dan pohon sagu yg telah dirusak. Selain itu PT Sari sudah pernah dipanggil untuk hering dan meberikan penjelasan di DPRD namun belum pernah menghadiri giat tersebut.

 ” Apabila PT Sari tidak memenuhi tuntutan pewaris, maka maka kami selaku perwakilan rakyat akan mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan segala kegiatan PT Sari di rawa Tinondo. Kami DPRD Koltim sudah pernah melakukan hering di kecamatan  Lalolae bersama dengan pemerintah kecematan dan pihak perusahaan namun sampai sekarang belum ada solisi. Dan sebelum ada HGU yang dimiliki PT Sari harus segera dihentikan segala aktifitas di rawa Tinondo. ” singkatnya. (k9/b/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top