METRO KOLAKA

Pembangunan SUTT PLN Serobot Lahan Warga

KOLAKAPOS, Kolaka — Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN di Kolaka ternyata mengabaikan hak warga. Hal
itu terlihat dari pembangunan SUTT di kelurahan Balandete, yang masuk ke dalam lahan warga tanpa izin.

H. Najmuddin, salah seorang warga yang dirugikan, mengeluhkan hal tersebut. Menurutnya, menara SUTT yang
didirikan di atas tanah miliknya, sama sekali tidak pernah dikomunikasikan oleh PLN sebelumnya. Karenanya, saat
menengok lahannya, ia kaget telah berdiri menara SUTT di dalamnya. Sembari menunjukkan sertifikat tanahnya,
ia mengatakan PLN tak ubahnya telah menyerobot lahannya. “Ini tanah bersertifikat hak milik. Kami tidak terima
ada penyerobotan seperti ini. Apalagi sama sekali tidak ada musyawarah terkait kompensasi dan ganti rugi lahan
dari PLN,” ujarnya.

Yang membuat H. Najmuddin makin geram, kabel listrik SUTT yang melintasi bangunan rumah di lahannya itu,
hanya berjarak sekitar tiga meter. Padahal pemerintah telah menetapkan batas aman pembangunan rumah di
sekitar menara SUTT maupun Sutet, minimal empat meter. “Ini sama saja mereka dengan sengaja membahayakan
keselamatan kami,” ketusnya.

Akibat penyerobotan itu, puluhan massa H. Najmuddin menghentikan pekerjaan pemasangan kabel SUTT yang
melintas di lahannya. Para pekerja juga memilih untuk meninggalkan lahan H. Najmuddin, agar tidak terjadi hal
yang tidak diinginkan.

Tidak hanya itu, H. Najmuddin juga telah melayangkan somasi secara resmi ke PLN melalui kuasa hukumnya Agung
Kanna, SH. Penyerobotan tersebut juga akan dilaporkan ke polisi, hingga Ombudsman RI. “Jika tidak ada itikad
baik PLN atas somasi kami, sampai Kamis nanti, maka akan ada ratusan massa yang berdemo di PLN, menentang
kesewenang-wenangan PLN,” beber pria yang akrab disapa Jojon ini.

Hingga berita ini diturunkan, masih ada massa yang berjaga di lahan dan bangunan milik H.Najmuddin. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top