BERITA UTAMA

Sultra Berduka H. Jakub Silondae Tutup Usia

Gubernur Sultra Ali Mazi Saat Melayat (Ketiga dari Kiri), bersama Putra Almarhum Yusran Silondae (Kedua dari Kanan), Serta Bupati Konsel Sunuruddin (Kanan). FOTO: Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari — Salah seorang tokoh penggagas terbentuknya Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Jakub Silondae tutup usia. Ia meninggalkan 1 orang istri dan 11 orang anak serta 22 cucu. Almarhum menghembuskan nafas terakhir pada pukul 23.10 wita di salah satu rumah sakit di Kota Kendari.

Sesuai pantauan Kolaka Pos banyak masyarakat yang datang melayat bahkan Gubernur Sultra Ali Mazi bersama Ibu Agista tak ketinggalan. Bukan hanya itu tokoh masyarakat maupun pejabat daerah juga hadir yakni, Ir. Hugua, Bupati Konsel Sunuruddin, dan masih banyak lagi pejabat Sultra lainnya.

Istri Jakub sapaan akrabnya Farida Setiawati Silondae mengatakan, almarhum merupakan sosok kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab dalam rumah tangga. Ia juga sebagai panutan bagi anak anaknya. “Tidak sakit, hanya memang faktor usia,” ucapnya sambil mengelap air mata. Kamis, (17/01).

Sementara itu Putra kedua Almarhum, Drs. Yusran A. Silondae menuturkan, almarhum sebagai orang tua mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dan peduli terhadap istri dan anak anaknya. Almarhum selalu menekankan kedisplinan dalam keseharian dan pendidikan selalu diutamakan. “Sebagai seorang pejuang sehingga sebagian besar hidupnya dikorbankan untuk bangsa, negara dan daerahnya. Itu bisa diliat dari perjalanan almarhum mulai dari usia mudanya sampai menghadap ke Rahmatullah,” paparnya.

Kesan dan pesan lanjutnya, dirinya sangat kehilangan karena bagaimanapun juga dalam pengabdian yang diberikan kepada bangsa, negara dan daerahnya dilakukannya tanpa pamrih dengan segala keikhlasan dan tanggung jawab yang sangat besar. “Beliau juga sebagai pejuang kemerdekaan sudah banyak penghargaan yang didapatkan. Bukan hanya itu banyak penghargaan lainnya yang didapatkan dari masyarakat,” paparnya.

Almarhum juga merupakan Bupati Kolaka Pertama tahun 1960-1965. Kemudian menjadi Wakil Gubernur Sultra pertama tahun 1965-1970. Dan almarhum berkarir di luar Sultra dan pada akhirnya kembali di Sultra dan menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI selama dua periode dari 1982-1992. “Kami juga sebagai anak bangga mempunyai seorang ayah yang tak pernah berhenti berjuang untuk kepentingan masyarakat,” ucap Anggota DPD/MPR RI Dapil Sultra itu.

Selain itu yang paling berkesan adalah dalam mencetuskan terbentuknya Sultra. Almarhum tidak hanya menggagas melainkan berusaha secara langsung dalam kapasitas sebagai salah seorang pejabat daerah. “Saya sangat mengapresiasi beliau dalam perjuangannya membentuk Sultra ini. Beliau sangat berjasa dengan terbentuknya Sultra ini, karena beliau selalu berupaya untuk memisahkan diri dengan Sulawesi Selatan, dan alhamdulilah usaha tersebut tidak sia sia,” ujarnya.

Ia menambahkan almarhum tidak memiliki penyakit yang serius hanya memang faktor usia. Saat ini sudah berusia 92 tahun. Biasa juga mengeluh, namun selalu mendapatkan perawatan dari dokter. “Saya kaget sebenarnya dengan kepergiannya, karena satu hari sebelum meninggal sempat cerita cerita dengan beliau,” urainya.

Riwayat Pendidikan H. Jakub Silondae
Tempat tanggal lahir, Andolo Kabupaten Konawe Selatan, 20 Mei 1927.
Sekolah Dasar Andolo
Vervolg School di Kendari
Sekolah Pertanian di Wakatobi
Sihan Kago (Sekolah Jepang), di Makassar
Sekolah Noormal school di Makassar
Sekolah Menengah Atas di Makassar
Kuliah di Untag Jakarta Fakultas Publik Administration
Sekolah Staf dan Pemimpin Kementerian Penerangan
School of Public Relation and Comunication Boston University USA
Dan terkahir Sekolah Staf dan Pimpinan Administrasi di Jakarta

Riwayat Perjuangan H. Jakub Silondae

Pada tahun 1945 bersama masyarakat mendeklarasikan daerah Andoolo dan sekitarnya sebagai daerah defacto pemerintahan RI yang telah di proklamasikan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 yang dilakukan dengan tanda tangan jempol darah. Kemudian Yakub Silondae menjadi pengibar bendera merah putih yang pertama kali bersama dua rekannya yakni Hanabi dan Abdul Rasyid.

Bukan hanya itu, Jakub Silondae aktif berjuang secara bergelirya dalam melalukan perlawanan baik bersenjata maupun dengan politik non koporation terhadap NICA atau Belanda dalam mempertahankan Negara kesatuan RI sampai penyerahan kedaulatan RI 27 desember 1949. Kemudian aktif dalam perjuangan pembubaran negara indonesia timur yakni negara boneka belanda yang kemudian dilebur ke dalam Negara Kesatuan RI tahun 1950. Dari negara Belanda ke Negara RI tahun 1949. Dan masih banyak lagi perjuangan yang lainnya.

Pengalaman dalam pemerintahan H. Jakub Silondae

Kepala daerah penerangan tingkat II Sultra di Baubau
Staf direktorat Jenderal penerangan dalam negeri di Jakarta
Kepala penerangan Kabupaten Luwu atau tanah Toraja
Bupati Kepala Daerah tinggat II Kolaka
Wakil Gubernur kepala daerah tingkat I Provinsi Sultra dan masih banyak lagi yang lainnya. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top