BERITA UTAMA

Rusman, Anggota DPRD Kolaka : Kepada Desa Harus Punya Kriteria Bukan karena Keluarga atau Kenalan

KOLAKAPOS, Kolaka — Anggota Komisi III DPRD Kolaka, Rusman meminta Kepala Desa di Kabupaten Kolaka dalam pengangkatan aparat desanya untuk memperhatikan aturan main dan juga betul-betul yang memilki kapabilitas untuk itu. Hal itu disampiakan Rusman (18/1) di kantor DPRD Kolaka. Menurutnya jabatan aparat desa juga sudah bukan lagi jabatan yang “main-main” apalagi ada Rencana Presiden Joko Widodo menaikkan gaji perangkat desa setara dengan pegawai negeri sipil (PNS) golongan IIA.
“Jadi untuk kepala desa baik yang akan dilantik nanti atau ada yang akan mengganti perangkat desanya harus sesuai aturannya, itu ada pedomannya, jangan sembarang tunjuk, lantas karena kenal atau keluarga namun tidak memenuhi kriteria, apalagi saat ini ada rencana perangkat desa setara dengan pegawai negeri sipil (PNS) golongan IIA, jadi bukan main-main ini,” ujar legislator Demokrat itu.
Hal itu penting kata Rusman, agar desa bisa semakin maju dan juga bisa membantu kades dalam mejalankan roda pemerintahan di desa dengan baik dan berkualitas.
“Ini penting, kalau perangkat desanya berkualitas dan sesuai kriteria saya kira desa akan semakin maju dan juga berkualitas, kepala desa tidak akan kelabakan jika aparatnya semuanya memiliki kapabilitas,” terangnya.
Lanjutnya sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No.83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentiaan Perangkat Desa, dalam Pasal 2 ayat (1) disebutkan, Perangkat Desa diangkat oleh Kepala Desa dari warga Desa yang telah memenuhi Persyaratan Umum dan Khusus. Lanjutnya Persyaratan Umum dan Persyaratan Khusus, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Kemendagri.
“Seperti syaratnya Berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat, lalu berusia 20 (dua puluh) tahun sampai dengan 42 (empat puluh dua) tahun, itu harus menjadi perhatian kades yang akan mengangkat perangkat desanya,”jelasnya.
Dia juga mengingatkan para Kades untuk berhati-hati dalam penggunaan dana desa dan anggaran alokasi dana desa, karena beberapa sudah kades terjerat maslah hukum.”Kalau perangkat desanya bagus, tentu kades nya pasti diingatkan kalau mau coba menyelewengkan dana, dan juga sekarang kades harus hati-hati, sebab banyak yang sudah masuk penjara karena menyelewengkan dana desa dan alaokasi dana desa,” ujarnya. (mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top