BERITA UTAMA

Syaifullah K : DPRD dan Pemerintah Kolaka tak Tutup Mata

Soal Jalan Masuk Kampus USN

KOLAKAPOS, Kolaka —Keluhan Rektor Universitas Sembilanbelas Novemeber (USN) Kolaka, Dr. Azhari terkait Pemda Kolaka seolah “tutup mata” terhadap perbaikan dan pengaspalan jalan masuk ke Kampus USN Kolaka di Tanggetada, Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Syaifullah Khalik angkat bicara. Legislator Gerindra tersebut menyatakan bahwa DPRD Kolaka sudah pernah menyetujui penganggaran untuk pembangunan jalan pada 2018 dan sudah terlaksana, jadi menurutnya pemerintah apalagi legilslatif tidak “menutup mata”.

“Saya kira kita tidak menutup mata, karena setahu saya 2018 lalu itu sudah terlaksana jalan menuju kampus kalau tidak salah sepanjang1,5 km yang diusulkan pemerintah melalui program pengaspalan 2 km setiap kecamatan, jadi pemerintah sebenarnya tidak menutup mata apalagi DPRD,” terang Syaifullah.

Lanjut Syaifullah, pengaspalan jalan menuju kampus USN sepanjang 4 km itu memang tidak bisa sekaligus dianggarkan tahun 2018 lalu, selain keterbatasan anggaran juga banyaknya daerah / kecamatan lain yang juga meminta program pengaspalan jalan. “kan programnya bertahap, jadi tidak bisa sekaligus, selain keterbatasan anggaran juga banyak kecamatan lain atau wilayah lain yang meminta program itu, yang pasti sudah pernah dan akan dilanjutkan lagi nanti,” tutur Syaifullah.

Meski demikian Sayifullah juga mengakui jika untuk tahun 2019 ini, program lanjutan pengasapalan jalan di wilayah situ tidak ada lagi mengingat masih ada wilayah lainnya di Tanggetada yang masuk dalam program pengasapalan jalan. “Tahun ini memang tidak ada masuk, karena pertimbangannya sudah tahun lalu, sementara masih ada tempat lain disana juga yang belum diaspal, apalagi kan programnya hanya 2 km pertahun, jadi dibagi dulu ke tempat lainnya, Insya Allha kedepannya akan ada lagi dan kita di DRPD akan prioritaskan untuk diperjuangakan,” terang Syaifullah.

Lanjutnya kegundahan rektor terkait persoalan jalan menuju kampus tersebut diakui Syaifullah adalah hal yang wajar mengingat jalan tersebut penting dan akses masuk bukan hanya mahasiswa melainkan masyarakat umum juga. “Kita akui jalan itu menag penting akses masuk mahasiswa, dan juga masyarakat umum, namun ya karena memang ada keterbatasan, kita juga harus pahami, yang pasti kita tidak tutup mata,” paparnya.

Syaifullah juga mengatakan bahwa jalan yang sudah diaspal menuju kampus itu pada 2018 lalu, pemeliharaannya sulit mengingat juga menjadi akses jalan masuk perusahaan sawit DJL.”Disana juga kan setiap harinya kendaraan DJL lalu lalang masuk muat CPO, jadi jalan yang sudah diaspal itu cepat rusak sehingga sulit pemeliharaannya, karena yang muat CPO dan sawit itu diatas 10 ton ke atas bahkan hampir 20an ton sementara kapasitas jalan disitu hanya sekitar 5-6 ton keatas, jadi susah memang bagus jalan disitu,” paparnya.

Terkait rencana Rektor akan mengusahakan anggaran pengaspalan jalan tersebut jika tidak kunjung diaspal oleh Pemda, Syaifullah menyatakan menyambut baik niat Rekror USN tersebut, namun menurutnya apakah hal itu memungkinkan penganggarannya. “Kalau bisa diaspal oleh USN saya kira tidak ada masalah, malah mungkin sangat membantu pemerintah, tapi apakah bisa dana kampus dialihkan kesitu?, “ paparnya. (mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top