MUNA

Oknum Mahasiswa, Bandar Sabu Ditangkap

Dua bandar sabu-sabu di Muna saat di interogasi polisi

KOLAKAPOS, Raha — Seorang ibu rumahtangga, Wanita tak kuasa menahan tangis setelah melihat anaknya berinisial FA alias Ladelo (22) mahasiswa semester empat di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di kota Kendari Sulawesi Tenggara itu digelandang Satres Narkoba Polres Muna. FA dibekuk bersama rekannya Nawir (26) di desa Korihi kecamatan Laohia kabupaten Muna pada Senin pukul 00:15 wita. Saat penangkapan berlangsung, rekan FA, Nawir mencoba melakukan perlawanan dan hendak menghilangkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang disimpan dalam bungkusan rokok. Akibatnya, Nawir dilumpuhkan menggunakan timah panas di salah satu telapak kakinya.

Menurut Waneta, anak keduanya dari tiga bersaudara (FA,red), ia sekolahkan ke perguruan tinggi dengan harapan apabila sukses kelak, FA dapat membantu meringankan beban ekonomi kedua orang tuanya. “Pernah dia mendaftar tentara tapi tidak lolos. Jadi saya kasih kuliah di Kendari, sekarang dia semester empat. Baru lima hari dia datang disini (dikampunya desa Korihi,red), saya dengarmi kabar kalau anakku ini ditangkap polisi. Saya tidak tahu dia bawa-bawa itu (sabu-sabu,red), hanya temannya itu (Nawir,red) yang pangil-panggil dia,” ucapnya pada Kolaka Pos dengan nada sedih.

Sementara itu, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga didampingi Kasat Narkoba Polres Muna AKP Syarifuddin membenarkan jika dua orang bandar narkoba yang ditangkap di desa Korihi kecamatan Lohia, Senin dinihari itu salah satunya merupakan oknum mahasiswa. “Pelaku NA wiraswasta, sementara FA itu mahasiswa,” ucapnya.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa di desa Korihi kecamatan Lohia akan dilakukan transaksi narkoba. “Salah satu pelaku NA berusaha melawan sehingga NA kita lumpuhkan pake peluru tajam di kaki,” tegasnya.

Setelah mengamankan kedua bandar barang haram tersebut, Satres Narkoba langsung melakukan pengembangan saat itu juga dengan menginterogasi kedua pelaku. Alhasil petugas menemukan tambahan barang bukti dirumah NA. “Kita temukan empat saset, jadi total sabu-sabu yang disita yaitu 3,56 gram dan barang bukti lainnya yang disita adalah 96 saset kosong, slip transaksi ATM Rp80juta, uang tunai yang disita Rp2,8juta hasil transaksi sabu, dua timbangan elekrik, korek gas, satu alat hisap sabu, dan HP. Kedua pelaku termasuk kategori bandar,” terang perwira tinggi di Mako Polres Muna ini

Maka, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kata Ramos, kedua bandar narkoba tersebut di kenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun.”Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 1, pasal 132 ayat 1 dan pasal 112 dan pasal 127 karena hasil tes urine mereka berdua terbukti positif menggunakan narkoba,” tandasnya. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top