METRO KOLAKA

Pengangkatan Perangkat Desa Harus Perhatikan Kriteria

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Kolaka — Anggota Komisi III DPRD Kolaka, Rusman meminta para kepala desa di Kabupaten Kolaka agar memperhatikan kriteria dalam pengangkatan perangkat desa. Hal itu dianggap perlu, karena aparat desa seyogyanya memiliki kapasitas dan kapabiltas yang mumpuni untuk menopang kesuksesan berbagai program pemerintah di tingkat desa.

Menurutnya, jabatan aparat desa bukan jabatan kasta rendahan. Apalagi ada rencana presiden Joko Widodo menaikkan gaji perangkat desa setara dengan pegawai negeri sipil golongan IIA. “Jadi untuk kepala desa baik yang akan dilantik nanti atau ada yang akan mengganti perangkat desanya harus sesuai aturannya. Itu ada pedomannya, jangan sembarang tunjuk lantas karena kenal atau keluarga namun tidak memenuhi kriteria,” ujar Rusman belum lama ini.

Dengan demikian, tambah dia, desa bisa semakin maju. Selain itu, aparat desa juga bisa membantu kades dalam mejalankan roda pemerintahan di desa dengan baik dan berkualitas. “Ini penting. Kalau perangkat desanya berkualitas dan sesuai kriteria, saya kira desa akan semakin maju dan juga berkualitas, kepala desa tidak akan kelabakan jika aparatnya semuanya memiliki kapabilitas,” terang legislator Demokrat itu.

Lanjutnya, sesuai Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentiaan perangkat desa. Dalam Pasal 2 ayat 1 disebutkan, perangkat desa diangkat oleh kepala desa dari warga desa yang telah memenuhi persyaratan umum dan khusus. “Seperti syaratnya berpendidikan paling rendah SMA atau yang sederajat, lalu berusia 20 tahun sampai dengan 42 tahun,. Itu harus menjadi perhatian Kades yang akan mengangkat perangkat desanya,”jelasnya.

Dia juga mengingatkan para Kades untuk berhati-hati dalam penggunaan dana desa dan anggaran alokasi dana desa. Apalagi di Kolaka sudah ada beberapa kades terjerat masalah hukum. “Kalau perangkat desanya bagus tentu kades nya pasti diingatkan kalau mau coba menyelewengkan dana. Dan juga sekarang kades harus hati-hati, sebab banyak yang sudah masuk penjara karena menyelewengkan dana desa dan alaokasi dana desa,” katanya. (mir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top