MUNA

Malas Bayar Pajak, Rumah Makan Di Muna Akan Disidak

KOLAKAPOS, Raha — Rumah makan di Kabupaten Muna khususnya dalam kota Raha makin tumbuh pesat. Namun tidak semua pengusaha dibidang kuliner ini sadar bayar pajak. Olehnya itu, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Muna, bakal bertindak tegas bagi rumah makan yang membandel bayar pajak

Kepala Dispenda Muna Ari Asis mengatakan, dalam waktu dekat ini petugas Dispenda Muna akan diterjunkan untuk mendata ulang rumah makan yang beroperasi di dalam kota Raha. Sebeb dari ratusan rumah makan yang beroperasi hanya beberapa yang memiliki kesadaran bayar pajak.

Ketegasan perlu dilakukan kata Ari Asis agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat meningkat. “Hanya sedikit saja yang memiliki kesadaran. Bahkan ada juga rumah makan yang menawar saat ditagih. Makanya kita atur ini pembayaran pajaknya,” ujarnya pada wartawan saat ditemui diruang kerjanya Rabu (23/1)

Pajak restoran dan rumah makan ucap mantan Kadis Keuangan dan Aset Daerah ini sudah tertuang dalam Perda nomor 14 tahun 2011 namun sistem penagihannya masih amburadul. “Pajaknya 10 persen, kita sesuaikan dengan billnya (kertas bon,red). Untuk hotel dan tempat hiburan hitungannya akan disesuaikan. Karena setiap item memiliki pajak yang berbeda-beda tergantung besaran penghasilan. Aturan ini kita akan tegas berlakukan,” tegasnya meyakinkan

Pejabat eselon II yang belum lama dilantik menduduki jabatan di Dispenda ini menilai, sejauh ini sistem pengelolaan pajak di Muna belum serius dikelola. Akibatnya pendataan wajib pajak amburadul. “Harus dibutuhkan keseriusan karena ini dianggap sepele. Mungkin hasilnya kecil, padahal dari yang kecil akan menjadi besar,”tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top