METRO KOLAKA

Warga Tagih Janji Kades Konaweha

Kades Konaweha, Hastu.

Terkait Pengadaan Ambulans Desa

KOLAKAPOS, Kolaka — Memiliki topografi yang bervariasi seperti dataran tinggi yang dipadati hutan dan perkebunan, dataran rendah berawa, padang rumput, persawahan hingga laut, membuat desa Konaweha, kecamatan Samaturu, menjadi salah satu tempat yang indah di Kolaka. Namun, keragaman topografi tersebut ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa setempat.
Salah satu hal yang paling dipengaruhi kondisi alam Konaweha adalah perkembangan kesehatan. Namun, yang paling merasakan dampak adalah warga pegunungan. Apalagi beberapa waktu lalu, ada warga yang bermukim di wilayah pegunungan desa Konaweha meninggal dunia, akibat terlambatnya transportasi ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit.
Bahkan salah satu warga Konaweha, Bakir, menuntut janji Kepala Desa Konaweha pada saat pemilihan lalu, akan melakukan pengadaan ambulans desa, sehingga apabila ada warga yang sakit maka langsung mendapat respon yang cepat dan tepat.
“Ada sekitar 68 kepala keluarga di dusun VI Salea dan 90 kepala keluarga yang berada di dusun VI Ponu-ponu. Dua dusun ini berada di wilayah gunung desa Konaweha. Jarak terdekat ke Puskesmas mencapai 17 kilometer. Kalau harus ke Rumah Sakit (Rumah Sakit Benyamin Guluh, red) Kolaka, maka harus menempuh perjalanan 36 kilometer. Makanya kami mengingatkan kembali janji pak Kepala Desa (Konaweha, red), yang akan menyediakan ambulans desa, sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan penanganan medis kepada warga,” imbuh keluarga korban meninggal akibat keterlambatan ambulans ini.
Sementara itu, Kepala Desa Konaweha Hastu menjelaskan, hingga saat ini pemerintah desa terus berusaha untuk mewujudkan ambulans desa, sesuai visi misi dan janjinya ketika pemilihan lalu, sehingga 2049 warga dari 543 kepala keluarga di Konaweha bisa merasakan langsung manfaatnya, tanpa harus kelabakan mencari transportasi ketika ada yang sakit.
“Kami sudah usulkan melalui Musrembang Desa pada tahun ini melalui dana desa. Kami akan terus berupaya agar pada tahun ini ada ambulans tersebut. Selain kebutuhan masyarakat, ambulans desa juga menjadi salah satu visi misi dan janji saya pada masyarakat waktu pemilihan Kades,” bebernya.

Hastu juga membenarkan jika ada warganya yang meninggal dunia, akibat keterlambatan mobil ambulans. Untuk mengantisipasi selanjutnya, maka pemerintah desa akan berusaha maksimal untuk mengadakan ambulans desa pada tahun ini.
“Pemerintah desa sudah memasukan usulan pada perencanaan adanya ambulans. Nanti akan diputuskan pada saat verifikasi, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten. Tapi, semoga dengan sudah adanya ambulans di desa tetangga (Kaloloa, red) tidak menjadi alasan dan penghambat untuk memenuhi visi misi saya,” tegasnya. (wir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top