METRO KOLAKA

Cegah DBD, Warga Diminta Lakukan 3M

Petugas Dinas Kesehatan Kolaka melakukan fogging di pemukiman warga Desa Baula, Kecamatan Baula, Kolaka, kemarin (24/1). FOTO: Neno/ Kolaka Pos

Dinkes Kolaka Lakukan Fogging di Baula

KOLAKAPOS, Kolaka — Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka kembali melakukan fogging di wilayah temuan kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Kemarin (24/1), kegiatan pengasapan itu dilakukan dipemukiman warga Desa Baula, Kecamatan Baula. Fogging dilakukan untuk dalam membasmi atau membunuh nyamuk penyebar virus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan, Harun Massiri melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Muhammad Hidayat, mengatakan bulan ini tercatat sudah ada delapan titik yang tersebar di delapan kecamatan di Kolaka positif terserang DBD. Guna mengantisipasi semakin maraknya virus mematikan itu, makanya Dinkes melakukan fogging di setiap rumah warga, agar meminimalisir wabah penyakit tersebut.

“Awal tahun ini sudah ada delapan titik yang terserang DBD, jadi kami juga telah melakukan fogging di delapan titik. Melalui Fogging ini sangat efektif dalam membasmi atau membunuh nyamuk DBD,” ungkap Muhammad Hidayat saat ditemui awak Kolaka Pos di lokasi dilakukannya fogging di Desa Baula, Kamis (24/1).

Kendati demikian, menurut Hidayat, pencegahan melalui fogging itu hanya bersifat sementara. Karenanya diharapkan warga turut aktif berpatisipasi melakukan pencegahan dengan menjaga lingkungan melalui pola 3M (menguras, menutup dan mengubur). “Karena jika masyarakat tidak menjaga lingkungannya melalui pola 3M, maka program fogging yang kita lakukan akan sia-sia. Sebab, penyebab timbulnya wabah DBD selain faktor curah hujan yang tinggi, juga dikarenakan tidak terjaganya keberhasilan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya, agar tidak ada lagi korban DBD. Pihaknya juga akan turun langsung mengecek jika ada laporan dari Puskesmas bahwa ada pasien yang postif terserang DBD. “Intinya kita kembalikan dari kesadaran masyarakat, karena pencegahan lebih utama,” ucapnya.

Selain melakukan fogging, Dinkes juga melakukan pemberian abatesasi di setiap saluran air agar jentik nyamuk bisa mati. Karena jika tidak dilakukan abatesasi maka potensi timbulnya nyamuk DBD akan ada, sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. “Fogging dilakukan diradius 200 meter dari rumah penderita,” jelasnya.

Saat ini status wabah DBD yang menyerang kabupaten Kolaka masih berstatus waspada. Namun akan tetapi Dinkes Kolaka akan terus memantau setiap wilayah yang berpotensi terserang DBD. “Intinya kami selalu siap untuk melakukan pembasmian melalui Fogging dan pemberian abatesasi. Hal ini kita lakukan agar virus DBD tidak meluas dan itu yang kita harapkan, sebab virus DBD ini cukup mematikan jika tidak cepat ditangani. Dan masyarakat segera memeriksakan kesehatannya jika mulai terserang demam,” tutupnya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top