BERITA UTAMA

Pedagang Dibahu Jalan Ditertibkan, Walikota : Yang Lainnya Mari Berdialog

Suasana RPD, Terlihat Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim (Kedua dari Kanan), dan Wali Kota Kendari Sulkarnain (Kedua dari Kiri). Kadamu/Kolaka Pos

Umar Bonte: Rumah Mantan Gubernur Harus Juga Ditertibkan

KOLAKAPOS, Kendari — Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang digelar untuk ketiga kalinya antara pemerintah Kota (Pemkot), Kendari dengan para pedagang eks pasar panjang yang ditengahi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kota Kendari rupanya tidak menghasilkan keputusan.
Atas kegagalan itu, rupanya Pemkot Kendari kembali akan menggelar RDP dan memanggil semua pihak terkait untuk berdialog untuk mengambil keputusan dalam menertibkan eks pasar panjang.
Meski demikian, Pemkot akan tetap menertibkan pedagang yang berjualan di bahu jalan tanpa terkecuali. Sementara itu yang berdagang di atas tanah sendiri dan tidak melanggar aturan yang ada, maka pihak Pemkot Kendari akan membuka ruang untuk berdialog, agar Kota Lulo ini tertata dengan rapih.

Dalam rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim. Dan Ia mengatakan, RDP kali ini Pemkot harus mampu menghadirkan solusi yang baik, agar tidak ada yang dirugikan. “Sudah 4 kali kita menggelar RDP soal pasar eks pasar panjang ini, dan tidak mungkin persoalan ini terus yang kita laksanakan, makanya harus ada solusi,” paparnya. Kamis, (24/01).

Sementara itu Koordinator pasar eks pasar panjang menilai bahwa Pemkot Kendari dalam menegakan aturan dalam penertiban pasar yang terletak di Bonggoeya, karena itu bukan pasar. Hanya memang warga membangun kios diatas tanah miliknya. “Mereka itu tidak bersalah karena itu tanahnya mereka sendiri,” paparnya.

Salah seorang anggota DPRD Kota Kendari Umar Bonte mengatakan, keluh kesah pedagang dan berkeinginan pedagang untuk tidak dipindahkan. Marilah sama sama mencarikan solusi yang itu para pedagang ini. “Jika menegakan aturan, maka jangan tebang pilih. Mau tertibkan para pedagang di eks pasar panjang, maka rumah Mantan Gubernur Sultra Nur Alam harus di tertibkan juga, karena itu jelas jelas berada di bahu jalan,” jelasnya.

Ditempat yang sama Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menuturkan, inilah tanggung jawab pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat. “Setidaknya menyampaikan apa yang saya pahami, tentu kita tidak lupa bahwa munculnya para pedagang di pasar panjang bermula terbakarnya pasar baru Wuawua, sehingga waktu itu setelah terbakar Pemkot Kendari mengambil kebijakan dengan disediakan tempat sementara untuk berdagang di pasar panjang,” ungkapnya.

Kawasan eks pasar panjang itu tidak diperuntukan untuk pasar. Pedomannya adalah Perda tata ruang Wilayah Kota Kendari. Dan ini merupakan turunan aturan menteri. “Kami juga sudah cukup bijak dengan menggratiskan para pedagang selama satu tahun. Jadi kita juga sebenarnya tidak menutup mata dan telinga untuk masyarakat kita,” paparnya.

Pemerintah Kota Kendari selalu mengupayakan agar masyarakat bisa hidup. Terkait sepinya pembeli, pemerintah sudah memikirkan itu. Dan salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah akan mengadakan festifal kuliner. Tujuannya agar pasar Wuawua akan ramai. “Enaknya juga kalau berdagang ada izinnya. Tidak ada rasa kekhawatiran ketika berdagang,” imbuhnya.

Untuk itu, para pedagang harus berkomitmen, karena lagi lagi penertiban itu semata mata, agar Kota Kendari ini tertata dengan baik, sehingga menjadi Kota Layak huni. “Dan kesepakatan dalam rapat ini adalah para pedagang yang menjual dibahu jalan harus ditertibkan, sementara untuk pedagang lainnya saya membuka ruang untuk berdialog. Dan dengan hasil dialog tersebut semua pihak harus disepakati,” tutup Sulkarnain. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top