BERITA UTAMA

Abdul Muin, Anggota DPRD Kolaka : Minyak Atsiri Peluang Sumber PAD Kolaka

Saat Komisi II berkunjung Ke Pabrik Industri Minyak Atsiri Pt. Van Aroma

KOLAKAPOS, Kolaka — Anggota Komisi II, DPRD Kolaka, Abdul Muin mengatakan Industri Minyak Atsiri bisa jadi peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kolaka dan juga petani di Kolaka. Hal itu ditegaskan oleh Abdul Muin usai melakukan reses di desa Tototobo, Kecamatan Pomalaa Kemarin (16/2). Kata Muin, Industri Minyak Atsiri berpeluang meningkatkan ekonomi petani.

“Minggu kemarin sudah kita lihat pabrik penmyulingannya bersama teman-teman Komisi II, saya berpendapat itu bisa menjadi nilai tambah bagi sumber PAD kita dan juga petani,” tutur Muin.

Lanjutnya di pabrik penyulingan Industri Minyak Atsiri di Kelurahan Mangolo Kecamatan Latambaga tersebut saat ini bisa mengahasilkan minyak astri dari daun cengkeh yang dibeli dari para petani cengkeh. Selain itu katanya akan dikembangkan berbagai minyak atsiri lainnya dari penyulingan tanaman lainnya.

“Kita lihat daun cengkeh bisa disuling jadi minyak atsiri di pabrik penyulingan Pt. Van Aroma di Mangolo dan nantinya juga berbagai tanaman lainnya bisa disuling seperti daun serai wangi dan serai lemaon dan sebagainya, jadi banyak alternaitif lainya, kalau kemarin-kemarin kan daun cengkeh yang jatuh itu tidak ada nilainya sekarang sudah bernilai,” ujarnya.

Dari industri itu juga kata Muin, dari sektor perdagangan nantinya Pemda bisa membuat Perbub atau Perda untuk pungutan di industri yang mulai berkembang itu.

“Kita DPRD tentu akan mendukung jika itu dibuatkan perda atau perbub, sebab itu bisa menjadi nilai tambah pendapatan daerah kita,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan pihak pabrik industri atsiri siap bekerjasama dengan Pemda Kolaka untuk pengembangan indusrti Atsiri di Kolaka. ‘Mereka bilang siap mengikuti semua aturan yang ada, sebab selama ini mereka sudah diberi kelonggaran untuk berinvestasi di Kolaka, “ ujarnya. (mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top