METRO KOLAKA

Polisi Bekuk Tiga Tersangka Penipuan Bermodus Hipnotis

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata Wiguna saat memberikan keterangan kepada awak media. FOTO: Kaulia Ode/ Kolaka Pos

Satu Tersangka Lainnya Masih Dikejar

KOLAKAPOS, Kolaka — Kepolisian Resor Kolaka (Polres) Kolaka berhasil membekuk tiga tersangka penipuan bermodus hipnotis. Tiga tersangka masing-masing AS (31), DA (32) warga Kota Makassar, dan AJ (30) warga Koltim.

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata Wiguna mengatakan, ketiganya berhasil dibekuk di Jalan By Pass, ditepatnya di Desa Towua, Kecamatan Wundulako, Kolaka pada Senin (18/2) siang. Tak hanya itu, saat ini polisi sementara mengejar satu tersangka lainnya berinisial AD (29). AD terindentifikasi sebagai sopir saat para pelaku melancarkan aksinya.

Kasat Reskrim menjelaskan, para tersangka merupakan sindikat penipuan berkedok menyumbangkan uang ke mesjid, dengan cara mencari korban untuk mengantar ke mesjid terdekat. Saat mengantar itulah terjadi penipuan dengan cara menghipnotis korban.

“Para tersangka ini menghampiri sasaran, kemudian menanyakan di mana mesjid tempat untuk menyumbang, dengan permintaan para pelaku, kemudian si korban ini mengantarkan ke mesjid terdekat. Setiba di mesjid pelaku berpura-pura menyumbang, setelah keluar dari mesjid kemudian meyakinkan korban dan untuk memberikan sejumlah uang kepada pelaku dengan iming-iming akan diberkahi uang tersebut. Setelah korban terperdaya oleh pelaku, uang tersebut dimasukkan ke dalam tas pelaku, lalu mengembalikan uang tersebut dengan tas yang berbeda,” kata I Gede Pranata kemarin (18/2) sore.

Kemudian, setelah tas tersebut dikembalikan dengan balutan sajadah, korban diberi isyarat agar membuka tas setelah sahat dzuhur selesai.

“Korban baru menyadari kalau ia tertipu saat membuka isi tas tersebut yang ternyata isinya hanya selembaran buku,” terangnya.

Atas pengangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah tas, uang tunai sebanyak Rp5.500.000, kartu ATM dan perhiasan.

“Untuk saat ini kita masih mengembangkan, mungkin ada TKP lain. Dimungkinkan ini adalah sindikat yang beraksi di Sulawesi Tenggara, tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 378 KUHP, ancaman hukuman empat tahun penjara. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top