KONAWE SELATAN

29 SMA di Konsel Siap UNBK

Salah satu gladi pelaksanaan UNBK yang dilaksanakan SMA 3 Konsel belum lama ini. FOTO: Saprudin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo — Terkendala jaringan dan keterbatasan sarana dan prasarana, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), hanya dilaksanakan oleh beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Selebihnya, masih menggunakan kurikulum lama yakni Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Berdasarkan data kepala cabang dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Sultra Wilayah Konsel, Edi Asnul, S.Sos mengungkapkan, untuk tingkat SMA sederajat di Konsel lumayan banyak yang siap mengikuti UNBK, bahkan hampir semua.

“Tercatat ada 33 SMA/SMK yang Negeri di Konsel. Jumlah itu terdiri dari 10 SMKN dan 23 SMAN. Untuk SMKN, semuanya siap UNBK. Sementara untuk SMA baru sekitar 19 sekolah. Jadi secara keseluruhan baru 29 sekolah yang siap,” imbuhnya, Rabu (20/2).
Lanjutnya, untuk empat sekolah lainnya, hampir dipastikan belum bisa UNBK. Pasalnya disamping kendala jaringan, juga dari sisi sarana dan prasarana yang kurang memadai.

“Saat ini kita sementara rapat di Provinsi. Jadi yang jelas ikut UNBK baru 10 SMK dan 19 SMA. Kalau yang empat sudah final ikut UNKP. Itu kita merujuk tahun sebelumnya, hingga saat ini tidak ada perubahan,” jelasnya.

Adapun empat sekolah SMA yang masih berbasis UNKP di Konsel itu sambung Edi Asnul yakni, SMAN 22 di Roraya Kecamatan Tinanggea, SMA Negeri 19 di Molo Indah Kecamatan Tinanggea, SMA Negeri 18 di Amondo Kecamatan Palangga Selatan dan SMA Negeri 12 Kecamatan Lalembu.

Terpisah, Ketua Panitia lokal UNBK SMAN 3 Konsel, Usman menjelaskan, untuk pelaksanaan UNBK, pihak sekolah sudah siap.
“Kami siap laksanakan UNBK sesuai SOP, karena sebelumnya kami sudah gelar simulasi tahap satu dan dua. Terakhir kami akan gladi bersih tanggal 12 Maret 2019,” ungkapnya.

Disisi lain, dari segi sarana dan prasarana, kata Usman tidak ada masalah. Pasalnya, sebelumnya pihak sekolah telah berkoordinasi dengan orang tua siswa peserta ujian untuk menyiapkan laptop.

“Sebenarnya kita ada 30 unit komputer yang siap. Hanya kelistrikan tidak memadai. Sehingga kita sepakat bekerja sama orang tua siswa untuk menyediakan sendiri laptop. Dan semua tidak ada masalah karena kita sudah simulasi sebelumnya,” jelasnya.

Adapaun jumlah calon peserta ujian SMAN 3 Konsel mencapai 266 siswa. Pihaknya akan membagi tiga sesi. Dalam satu sesi terdiri dari 90 peserta. (k5/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top