MUNA

Korban Pencabulan dan Ibunya Diusir dari Rumah

ilustrasi/net

Setelah Diperkosa Ayah Kandung, RA Diusir Bibinya

KOLAKAPOS, Raha — Cobaan hidup yang dialami RA (12) beserta ibunya SR (32) warga desa Wapae, kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat ini cukup berat. Sebab, pasca ibu korban melaporkan tindakan suaminya ET bin AS (50) ke kantor Polisi pada Kamis (22/2) lalu karena telah tega merenggut kegadisan putrinya, ternyata laporan tersebut tidak diterima baik oleh saudara ET bin AS sekaligus ipar sang ibu, Ernawati.
Jumat malam (22/2), bibi korban, Ernawati bukannya prihatin setelah mendapatkan kabar kalau kemanakannya itu telah diperkosa oleh saudara kandungnya, justru Ernawati mengusir ipar beserta kemanakannya itu keluar dari rumah yang selama ini mereka tempati. “Buka pintunya, cepat buka pintu, kenapa kamu belum angkat kaki dari rumah ini. Saya tidak mau tahu, kamu harus angkat kaki dari rumah malam ini juga. Cepat kemasi barang-barangmu, terkecuali barang-barangnya suamimu,” ungkap SR menirukan bahasa teriakan Ernawati saat mendatangi rumahnya
Selain mendapatkan maki-makian dari iparnya, SR juga mendapat kekerasan fisik pada Jumat malam itu. ” Ko rekam suaraku kah? Dia (Ernawati,red) langsung mendorong kepalaku dan menjambak rambutku. Saya tidak melawan,” ucapnya dengan nada pasrah
Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga saat dikonfirmasi pada Sabtu malam (23/2) terkait tindakan intimidasi yang dialami korban beserta sang ibu pasca laporannya ke Polisi, kata dia, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait pengusiran tersebut.
Selain itu, sebagai wujud rasa kepedulian Perwira tertinggi di Makopolres Muna ini telah memerintahkan Kapolsek Tiworo Tengah, Ipda Muhamad La Uhil untuk memberikan bantuan kepada korban. “Saya minta Kapolsek untuk melakukan penyelidikan terkait permasalahan tersebut. Mengenai bagaimana status rumah tersebut, terus apa hak-hak si ibu dan si anak. Nah itu yang sedang kita lakukan langkah-langkah,” ucapnya
Mengingat bibi korban Ernawati merupakan salah seorang ibu Bhayangkari Polsek Tiworo Tengah, Kapolres Muna mengingatkan supaya tidak ada yang mencoba melakukan intimidasi hukum terhadap korban dan ibunya. “Jangankan masyarakat, jangankan anggota polisi. Pak Kapolres saja kalau melakukan intimidasi dan pemaksaan, saya juga diproses. Saya juga bisa di tahan. Saya menyampaikan tidak boleh melakukan unsur-unsur melawan hukum seperti itu,” tegasnya. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top