BERITA UTAMA

Lembaga Adat Tikonu Mengeluh

Ketua Lembaga Adat Tikonu Nurdin T Pauluh

Tak Dilibatkan Kegiatan Adat Mosehe Wonua

Nurdin T Paulu : Seolah-olah Kami tidak Ada Artinya

 

KOLAKAPOS, Kolaka — Lembaga adat Desa Tikonu menyayangkan sikap penyelengara kegiatan adat Mosehe Wonua atau Pensucian negeri. Pasalnya kegiatan yang akan dilaksanakan di area cagar budaya nasional makam raja Sangia Nibandera desa Tikonu, kecamatan Wundulako pada tanggal 26 Februari besok, lembaga adat Tikonu tidak pernah mendapatkan penyampaian jika akan ada kegiatan adat di wilayah mereka.

” Ini ada apa sebenarnya ? Kita ini sebagai tuan rumah merasa prihatin sebab seharusnya juga kita tahu bahkan dilibatkan dalam kegiatan adat Mosehe wonua ini. Jangan nanti hari H baru kami mau diundang. Sekarang kami ini selaku tokoh dan Ketua Lembaga Adat masih bertanya-tanya kapan tanggal pelaksanaannya karena sampai hari ini belum juga ada penyampaian dan koordinasi oleh pihak panitia. Kami hanya dengar saja dari mulut-kemulut bahwa akan ada kegiatan adat, ” Kesal Ketua Lembaga adat Tikonu Nurdin T Paulu saat ditemui media ini Sabtu (23/2).

Sebagai Ketua Lembaga adat, kata mantan Kepala desa Tikonu tiga periode ini, selalu mengapresiasi jika ada kegiatan adat ini yang bisa selalu dilaksanakan setiap tahunnya, namun kita sebagai tuan rumah harus dilibatkan atau paling tidak minimal ada pemberitahuan dari pihak panitia atau pemerintah setempat, apalagi lembaga adat ini dibentuk berdasarkan Perda. Selain itu, desa Tikonu ini diwacanakan sebagai desa adat jadi perlu dievaluasi dan diperbaiki terutama payung hukumnya agar lembaga adat ini benar-benar diperhatikan tidak hanya sekedar dibentuk.

” Seolah-olah kami ini tidak ada artinya sebagai lembaga adat padahal pembentukan lembaga adat dari Perda bukan dari kepala desa. Dan kami rasakan sepertinya kami ini tidak ditau. Bahkan sudah sering ada yang melakukan kegiatan adat dikampung kita tapi tidak pernah kami dilibatkan. Padahal selama ini jika ada kegiatan adat masyarakat Tikonulah yang selalu berpartisipasi bahkan memberikan kontribusi tenaga, ” bebernya.

Untuk itu, Nurdin berharap agar bupati Kolaka bisa melakukan evaluasi terkait keluhan kami selaku lembaga adat.

” Sebagai Ketua lembaga adat meminta kepada bapak Bupati agar kami ini yang sudah dibentuk harus diperhatikan karena kami merasa kami selaku tuan rumah tapi dianggap sebagai tamu. Jadi harapan kita kedepannya jika ada acara-acara adat coba kita selaku tuan rumah benar-benar dilibatkan sebab makam raja Sangia Nibandera terletak didesa Tikonu meskipun kegiatan ini kapasitasnya kabupaten, tapi inikan berada dikampung kita masa kita hanya dijadikan penonton, ” harapnya. (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top