MUNA

Polisi Tak Mampu Menangkap Pembom Kapal

ilustrasi/net

Nelayan Oempu Mulai Pesimis

KOLAKAPOS, Raha — Masyarakat nelayan desa Oempu kecamatan Tongkuno mulai pesimis dengan kinerja Polres Muna dalam menangani perkara penyerangan menggunakan bom ikan terhadap petugas patroli pantai desa Oempu yang beranggotakan dua orang polisi dan empat warga sipil ditengah laut pada Rabu, (30/1) lalu. Karena hingga detik ini pelaku penyerangan tersebut bulum juga ditangkap.

Kepala desa Oempu Safar meminta Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos P Sinaga dapat segera menuntaskan perkara tersebut dengan menangkap para pelaku penyerangan terhadap petugas patroli pantai desa Oempu. Sebab saat insiden tersebut mereka nyaris saja kehilangan nyawa di tengah laut karena saat itu, mereka dihujani lemparan bom ikan tepat kearah kapal patroli yang mereka tumpangi. “Kami dari pemerintah desa berharap, polisi dapat mempresur penanganan persoalan ini sehingga pelaku bisa ditangkap. Kami ingin menghindari asumsi-asumsi masyarakat saat ini bahwa polisi tidak bekerja dalam menangani persoalan- persoalan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, pasca penyerangan tersebut, hingga saat ini masyarakat nelayan desa Oempu melakukan pemboikotan terhadap nelayan dari luar kabupaten Muna yang ingin melakukan penangkapan ikan diwilayah perairan laut kecamatan Tongkuno khususnya desa Oempu. “Pasca kejadian itu hingga hari ini masyarakat nelayan desa Oempu memboikot nelayan-nelayan dari luar Muna khususnya dari Buton Tengah yang mencoba mencari menangkap ikan di laut wila
yah perairan kami. Karena kami duga para pelaku merupakan nelayan dari Buton Tengah,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga mengatakan, pihaknya bersama Polres Bau-Bau terus bekerja dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Identitasnya sudah kita ketahui, tapi para pelaku masih kabur. Ini juga antensi dari pimpinan kami Pak Kapolda agar segera mengungkap kasus ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, Para petugas patroli pantai desa Oempu kecamatan Tongkuno yang nyaris kehilangan nyawa setelah diserang menggunakan bom ikan terdiri dari dua petugas Polsek Tongkuno yakni Aiptu Rifai dan Aipda LM Umar, serta empat warga sipil yang tergabung dalam Satgas PAM pantai desa Oempu yakni Kepala Desa Oempu, Safar, dan tiga warganya, Very, Hamzah, Siswanto. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, (30/1), sekitar pukul 13.30 Wita saat tim melakukan patroli laut ke arah perairan pantai Labora, desa Oempu. Disitu, tim ini menemukan lima orang nelayan meggunakan body batang warna merah biru. Nelayan tersebut dicurigai sebagai para pelaku pembom ikan, kemudian tim mengarah ke arah yang diduga pelaku.

Saat Intel Polsek Tongkuno, Aipda LM Umar meminta untuk menghentikan perahu, para pelaku tidak mengindahkan permintaan tersebut kemudian Aipda LM Umar melepaskan tembakan peringatan tiga kali keudara dengan harapan nelayan tersebut dapat menyerahkan diri. Namun, tembakan peringatan yang dilepaskan anggota kepolisian polsek setempat, justru dibalas dengan pelemparan bom ikan kearah polisi. Akibatnya bom ikan yang dilemparkan nelayan tersebut mengenai speedboat, seluruh tim satgas PAM pantai desa Oempu menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut. (m1/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top