METRO KOLAKA

Petani Sawah di Tahoa ‘Garap’ Anak di Bawah Umur

ilustrasi/net

KOLAKAKAPOS, Kolaka — Malang benar nasib Mawar (nama samaran). Gadis remaja berumur 16 tahun ini terpaksa harus merelakan mahkotanya ‘digarap’ pria yang berprofesi sebagai petani sawah. Mawar diperkosa oleh SKD (32) pada Rabu (27/2) malam, di sekitaran jalan By Pass Kelurahan Tahoa, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka.

Informasi yang dihimpun Kolaka Pos, peristiwa itu berawal saat Mawar diajak keluar jalan-jalan oleh teman lelakinya dengan menggunakan sepeda motor, pada Rabu (27/2) malam. Sekitar pukul 21.00 Wita, Mawar dan temannya kemudian berhenti di sebuah lorong di sekitar By Pass Kolaka-Pomalaa. Tepatnya di Kelurahan Tahoa, tak jauh dari lokasi persawahan di daerah itu. Motor diparkir manis, mereka berdua pun juga duduk manis layaknya pasangan muda-mudi yang sedang dimabuk cinta.

Nah, sementara asyik bercengkrama, tiba-tiba keduanya dikagetkan sesosok pria misterius yang datang ke arah mereka. Belakangan pria tersebut diketahui bernama SKD (inisial), yang membuntuti mereka sejak berada di lokasi itu. SKD adalah salah seorang petani sawah di daerah itu.

SKD datang dengan sebilah parang. Seketika dia langsung menghajar teman lelaki Mawar hingga pingsan. Mawar panik pun. Namun dia tak bisa berbuat banyak untuk meminta pertolongan, sebab tempat itu cukup jauh dari lokasi pemukiman warga. Apalagi saat itu Mawar diancam oleh SKD dengan menggunakan parang. Sesaat, Mawar pun diseret ke semak-semak hingga akhirnya terpaksa melayani nafsu bejat SKD.

Usai diperkosa, Mawar akhirnya berhasil kabur. Malam itu juga dia melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak kepolisian. Satuan Reskrim Polres Kolaka yang menerima laporan itu langsung menurunkan personel Tim Elang Anti 007. Tidak cukup 2×24 jam, SKD berhasil ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata Wiguna membenarkan hal itu. Katanya, setelah dilakukan penyelidikan tersangka SKD berhasil diamankan di sekitar Kelurahan Tahoa pada Jumat (1/3) malam, sekitar pukul 20.00 Wita.

“Tersangka (SKD) diamankan beserta barang bukti satu buah parang, satu senter kepala, satu buah jaket serta busana yang dikenakan korban (Mawar) saat itu,” ungkap AKP I Gede Pranata Wiguna, Sabtu (2/3).

“Tersangka menodong korban dengan sebilah parang ke leher korban dan berkata, jika kamu tidak menuruti apa kemauan saya, kamu akan saya bunuh. Tersangka kemudian menyeret korban ke dalam semak-semak dan menyetubuhi korban,” ujarnya menambahkan.

Atas perbuatannya, SKD melanggar pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 juncto, pasal 75 (d) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top