BERITA UTAMA

Jokowi Diduga Kunker Sambil Kampanye di Kendari

Presiden RI Joko Widodo Saat Berdoa Dalam Pembukaan Rakerda dengan Tim Kampanye.FOTO: Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari — Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu melakukan kunjungan kerja (Kunker), di Kota Kendari. Disinyalir, kunker tersebut juga dimanfaatkan untuk kampanye untuk suksesi pemilihan presiden. Kampanye politik Jokowi terlihat saat melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dengan Tim Kampanye Daerah (TKD), di salah satu hotel di Kendari, Sabtu (2/3).

Berdasarkan pantauan Kolaka Pos dalam kampanye tersebut terlihat hadir Ketua DPD Sultra Partai Golkar Ridwan Bae, Ketua DPW Sultra PDIP Ir. Hugua, Ketua DPW Sultra Partai Perindo Jaffaray Bitikaka dan kader-kader partai pengusung maupun pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Dalam acara tersebut Capres 01 ini dipersilahkan untuk memberikan orasi politik dihadapan parti pengusung. Dalam sambutannya ia mengatakan, untuk di Sultra kemenangan yang harus diraih minimal 70 atau 80 persen. “Kalau tidak mencapai itu, berarti sudah kebangetan,” ucap Jokowi saat memberikan sambutan Rakerda dengan Tim Kampanye.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, ketika dirinya berada di Warung Kopi (Warkop) di Kendari pada Jumat malam 1 Maret 2019, bahwa setiap kepala daerah menyampaikan kemenangan Jokowi-Amin mencapai 70 persen setiap daerah di Sultra. “Jika hal itu tidak terbukti, berarti ibu bapak yang keliru,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu dihadapan para pendukungnya, ia bercerita bahwa selama ini dirinya sudah cukup lama bersabar dengan berbagai macam fitnah yang dilimpahkan, salah satunya dirinya dianggap sebagai PKI. “Sekarang saatnya menjawab dan melawan. Jelaskan kepada semua, bahwa PKI bubar tahun 1966 sementara saat itu saya baru berusia 5 tahun, ini tidak masuk akal. Memangnya ada PKI yang masih berusia 5 tahun,” jelas Jokowi.

Hoax-hoax seperti ini, kata dia, dapat merusak citranya dan bisa menurunkan elektabilitas Jokowi-Amin sebagai Capres 01. “Cara-cara seperti ini tidak memiliki tata krama. Olehnya itu, kita harus menangkalnya. Caranya harus dijelaskan kepada masyarakat bahwa isu-isu PKI tidak benar,” tutupnya.

Saat dikonfirmasi kepada Ketua Jenggala Centre Sultra Oheo Sinapoy, sekaligus relawan pemenangan Jokowi-Amin untuk Sultra, menjelaskan, kehadiran Jokowi di Sultra dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI, tentu ada beberapa aktivitas kenegataan yang dijalani. Bukan berarti Jokowi tidak bisa melakukan kegiatannya lainnya.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan kegiatan-kegiatan yang dihadiri Jokowi. Sebab, Jokowi memiliki fungsi beragam seperti masyarakat biasa. “Selain menjadi kepala negara, Jokowi merupakan kepala keluarga, seorang ayah dan kakek dan beliau juga tercatat sebagai peserta Pemilu. Jagi tidak salah menghadiri kegiatan lainnya, selagi tugas kenegaraannya sudah dilaksanakan,” jelas Oheo Sinapoy.

Menurutnya, pihak yang terus berargumen tentang dugaan pelanggaran-pelanggaran yang ditujukan pada capres 01 tersebut, hanyalah orang-orang yang memang sengaja mencari kesalahan. Untuk itu dirinya menantang orang-orang yang selalu berargumen mencari kesalahan Jokowi untuk bertempur atau bertarung jangan mencari kesalahan minor semata, tapi bertempur dan berargumentasi harus dengan cara yang berkualitas melalui gagasan dan visi misi. “Mereka yang hanya mencari kesalahan-kesalahan orang lain, kemungkinan besar mereka ini hanya orang abal-abal saja,” jelasnya.

Lanjut Oheo, jika memang ada pihak-pihak yang menilai aktivitas Jokowi selama kunjungan di Sultra merupakan pelanggaran. Untuk itu, dirinya mempersilakan kepada orang-orang untuk melaporlan dugaan tersebut ke Bawaslu supaya ada kebenarannya. “Ya, silakan saja buktikan jangan hanya berasumsi belaka. Laporkan ke Bawaslu kalau ada pelanggaran supaya diproses,” katanya.

Terkait kegiatan Jokowi di Sultra, lanjut Oheo, Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) di Sultra sudah mengatur semua kegiatan Jokowi dengan baik, tidak mungkin memaksakan mengagendakan kegiatan yang melanggar. “Semua itu sudah diantisipasi agar tidak ada kesalahan. Jadi, kalau ada orang yang mempermasalahkan kunjungan Jokowi, berarti memang hanya orang-orang yang ingin mencari-cari kesalahan saja,” tutup Caleg DPR RI Dapil Sultra. (p2/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top