MUNA

Musrembang, Tiga Kecamatan di Muna Krisis Air Bersih

Bupati Muna LM Rusman Emba dan Wakil Bupati, Abdul Malik Ditu menghadiri Musrembang perdana yang digelar di Desa Liangkabori, kecamatan Lohia.FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrembang) Muna tahun ini mulai digelar. Bupati Muna LM Rusman Emba bersama sejumlah SKPD mendengar langsung kebutuhan warganya. Ada tiga kecamatan yang dihadirkan dalam Musrembang perdana yang digelar di Desa Liangkabori, kecamatan Lohia, Senin (4/3), yakni kecamatan Lohia, Kontunaga dan Watopute. Ketiga kecamatan tersebut seluruhnya meminta air bersih sebagai prioritas, lantaran warga setempat sudah puluhan tahun mengalami krisis air bersih.

Camat Lohia, LM Hajar Sosi mengungkapkan, ada sembilan desa diwilayah pemerintahannya, namun hanya lima desa yang teraliri air bersih dari PDAM Muna. Sementara empat desa lainnya sama sekali belum tersentuh layanan PDAM. “Kami akui di kecamatan Lohia sudah banyak sekali pembangunan. Tetapi kami juga berharap air bersih akan diprioritaskan di wilayah kami,” pintahnya

Senada dengan itu, Camat Watopute Ali Fakara Hara, berharap Pemkab Muna dapat membangun jaringan perpipaan air bersih dari sumber mata air yang terdapat di desa Matarawa, Ia meyakini sumber mata air di lokasi tersebut sangat besar dan dapat mencukupi kebutuhan air bersih untuk masyarakat setempat. “Sebenarnya di Watopute ada sumber mata air Matarawa yang bisa mencukupi kebutuhan. Hanya belum ada mesin listrik untuk memompa air. Kami harap Pemda juga bisa menganggarkan,” ucapnya

Di tempat yang sama, Bupati Muna LM Rusman Emba mengatakan, berdasarkan data PDAM Muna, dari tiga kecamatan yakni kecamatan Lohia, Kontunaga dan Watopute terdapat kurang lebih 25.000 jiwa yang belum teraliri air bersih. Dalam hitungannya, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tersebut maka diperlukan 2.500 sambungan pipa menuju ke perumahan masyarakat. Jadi Bupati berjanji hal tersebut akan dituntaskan tahun ini, karena anggarannya telah diperoleh dari kredit daerah pada lembaga perbankan dan telah dimasukkan dalam APBD 2019 sebesar Rp10miliar. “Tahun ini masalah air akan segera teratasi,” ucapnya.

Masalah kebutuhan air kata Rusman, akan dipenuhi secara perlahan. Jikapun masih ada yang belum tuntas, maka hanya perlu waktu. Selain air, tahun ini ucap Rusman pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi prioritas. “Dari Wapunto sampai Masalili sudah dianggarkan Rp18 miliar. Pelan-pelan satu per satu masalah ini akan diurai,” bebernya.

Pasangan Abdul Malik Ditu ini juga menghimbau warganya untuk selalu menjaga keamanan dan menciptakan kondusifitas dalam masyarakat. Sebab kondusifitas daerah akan menumbuhkan ekonomi masyarakat serta investor dapat masuk dengan mudah untuk menanamkan modalnya di Muna. “Kalau masyarakat aman, investor berani menanamkan modal, dengan begitu Pemkab ada income dan bisa menuntaskan semua keluhan masyarakat,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top