BERITA UTAMA

Mantan Direksi PT Multi Daya Wonua Tuntut Keadilan

Mantan Direksi PT Multi Daya Wonua Sadikin

KOLAKAPOS, Kolaka — Merasa disolimi karena telah diberhentikan secara sepihak oleh perusahaannya, mantan direksi PT Multi Daya Wonua (MDW) Sadikin menuntut keadilan agar dirinya bisa mendapatkan hak-haknya. Sebagai langkah awal Sadikin telah melaporkan PT MDW kepihak Dinas Nakertrans Kolaka agar permasalahannya dapat mendapatkan solusi yang terbaik sehingga dirinya tidak dirugikan.

” Kami sudah dimediasi oleh pihak Nakertrans tapi tidak ada titik temu sebab perusahaan tidak bisa memenuhi tuntutan saya, makanya saya akan tempuh jalur hukum, ” ungkap Sadikin saat ditemui media ini, Kamis (14/3).

Sadikin mengaku jika dirinya terpaksa melaporkan pihak perusahaan sebab tanpa alasan yang jelas dirinya tiba-tiba diberhentikan. Yang menurutnya tidak sesuai dengan aturan, sebab dirinya diangkat menjadi direksi berdasarkan proses dan aturan yang telah ditandatangani oleh akte notaris dimana dalam aturan tersebut pergantian direksi maksimal lima tahun, sementara dirinya baru menjabat selama tiga tahun tiba-tiba terlengser. Tentunya ini tidak sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam undang-undang nomor 13 tahun 2013 mengenai Ketenagakerjaa menyatakan jika siapa yang mengakhiri perjanjian tersebut sanksi membayar sisa jabatannya.

” Pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada bulan Januari lalu tiba-tiba saya langsung digeser dan diberhentikan dari jabatan saya selaku direksi secara sepihak tanpa ada alasan atau pemberitahuan sebelumnya. Apalagi kinerja saya selama ini dalam membesarkan perusahaan cukup memuaskan. Jadi ini ada apa sebenarnya? Makanya saya akan menuntut keadilan, agar sisa jabatan saya selama dua tahun bisa dibayarkan. Apalagi saya diangkat berdasarkan kesepakatan diakta notaris yang jelas dasar hukumnya, ” jelasnya.

Padahal kata Sadikin sejak awal pendirian perusahaan ditahun 2013 dirinyalah yang merintis bahkan memberikan nama PT MDW serta membesarkan perusahaan tersebut sampai sekarang .
” Ini perusahaan tidak akan besar kalau bukan perjuangan saya. Dimana rasa kemanusiaannya dan rasa terimakasih perusahaan kepada saya yang sudah banyak berjasa, nanti perusahaan ini sudah besar tiba-tiba saya disolimi seperti anak-anak yang lagi bermain kelereng habis main terus menghilang, ” kesalnya.

Untuk itu kata mantan direktur opersaional PT MDW itu, berencana akan menempuh jalur hukum dan melaporkan perusahaannya ke pengadilan industri di Kendari.
” Saya akan tempuh jalur hukum agar hak saya selaku Direksi bisa dibayarkan, apalagi surat pemberhentian saya belum saya terima secara resmi, jadi saya merasa sampai hari ini masih Direksi, ” tegasnya.

Ditempat yang sama salah satu pimpinan PT MDW Suwarman Sakoi enggan berkomentar terkait tuntutan yang dilakukan oleh mantan Direksinya.

” Saya no coment terkait masalah ini . Dan kami siap jika diadukan kemanapun, ” singkatnya.

Sementara itu, mediator Dinas Nakertrans Hj Fatmawati mengaku jika pihaknya hanya sebatas melakukan mediasi, jika dalam proses mediasi ada salah satu belah pihak yang tidak puas, kami persilahkan untuk menempuh jalur hukum.
” Kami menginginkan ada perdamaian terkait permasalahan apa saja namun tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh mediator jika ada salah satu pihak yang belum puas dengan solusi yang disepakati. Jadi jika ada pihak yang mau lanjut sampai kepengadilan silahkan saja kami tidak ada larangan, ” akunya.

Untuk diketahui PT Multi Daya Wonua merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa outshorsing . (K9/c/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top