BERITA UTAMA

Tambang Galian C Iwoikondo Koltim Diduga Ilegal, dan Dibekingi “Oknum”

Aktivitas tambang C di desa Iwoikondo yg di duga Ilegal. Foto Sofyan/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Tirawuta — Keberadaan tambang galian C yang terletak di desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melanggar peraturan pertambangan.

Pasalnya, tambang galian C yang sudah dua tahun belakangan beroperasi ini, sama sekali belum pernah menunjukan isin tambang galianya ke pihak pemerintah setempat sejak beroperasi 2017 lalu.

Padahal setiap harinya, ratusan kubik batu gunung yang berasal dari desa Iwoikondo itu terus digerus dan di angkut oleh kendaraan truk menuju waduk Ladongi sebagai tujuan penggunaan dari tambang galian C ini.

Kepala desa Iwoikondo, Amiruddin saat di temui, mengungkapkan, keberadaan tambang galian C di wilayahnya, hingga memasuki tahun ke dua operasi, pihak pemerintah desa belum pernah bertemu langsung pemilik tambang galian C ini, sehingga memunculkan kecurigaan jika pertambangan di wilayahnya itu dilakukan secara ilegal.

Juga berkembang informasi, jika pertambangan yang dilakukan di wilayahnya merupakan tambang rakyat, namun yang menjadi pertanyaan, rakyat dari mana,? Sebab selama ini, masyarakat desa Iwoikondo tidak ada yang berprofesi sebagai tukang batu, bahkan Ia mengaku 95 persen warganya perprofesi sebagai petani.

” Saya tidak tau namanya (Perusahaan Red), karena sampai hari ini kita tidak tau dari mana yang mengolah.” kata Amirudin.

“Informasinya pertambangan rakyat, tapi kok ada alat berat, kalau memang itu tambang rakyat, rakyat yang mana dulu, lagipula tambang rakyat itu tidak di bolehkan menggunakan alat berat sebagai alat operasionalnya, ” Sambung Kades Iwoikondo.

Ia meyakini, keberadaan tambang galian C di wilayahnya, di duga tidak memiliki isin penambangan galian C dari dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Sultra, demikian dengan Analisis dampak lingkungan (AMDAL), sehingga di duga ada oknum yang membekingi aktivitas pertambangan di wilayahnya.

Yang menjadi kehawatiran, lanjut Amiruddin, dampak dari pertambangan ini akan berimbas pada pertanian warga sekitar yang berdekatan langsung dengan wilayah pertambangan, karena di bawah bukit tempat penambangan itu, terdapat puluhan hektar sawah masyarakat.

Sewaktu waktu hujan tiba, irigasi di bawah bukit dapat tersumbat lantaran tertutup material batu pertambangan, selain itu air berwarna merah keruh bercampur lumpur dapat masuk ke lahan pertanian warga yang berimbas pada rusaknya tanaman padi masyarakat.

Segala upaya telah di lakuka, Amiruddin, agar tambang ini berhenti operasi sebelum menunjukan isin tambangnya, salah satunya dengan melarang kendaraan pengangkut material melintas di jalan desa.

” Saya pernah larang untuk tidak lewat di jalan desa karena merusak jalan dan duecker, tapi mereka dapat jalan lain untuk membawa batu ini ke ladongi, jalan yang tembus ke Putemata, ” tambahnya.

Tidak cukup sampai disitu, Iapun kembali sampaikan masalah tambang ini ke pemerintah daerah Kolaka Timut hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), namun lagi lagi, baik pemerintah daerah maupun DPRD seakan ogah menanggapi.

Tidak sampai di situ, Amiruddin, mengaku pernah membawa masalah ini ke polsek rate rate, tapi sampai sekarang tidak ada respon atau penjelasan terkait aktifitas tambang di wilayahnya, terakhir Ia sampaikan ke pemerintah kecamatan Loea.

” Sudah saya sampaikan ke Sekrtaris Daerah (Koltim) DPRD saat reses dan polisi. Tapi tidak ada tindakan atau kejelasan terkait itu tambang, sedangkan di camat Loea, sempat di respon camatnya,untuk di lakukan pemeriksaan, tapi sampai hari ini belum juga ada waktunya untuk lakuakn pemeriksaan isin tambang, ” terang Amiruddin.

Pantauan beberapa media di lokasi tambang, terdapat 7 unit exkapator dan puluhan kendaraan truk ukuran 3/4 hilir mudik mengangkut material batu, sehingga kegiatan pertambangan di desa Iwoikondo tersebut kuat dugaan merupakan pertambangan milik perusahan bukan tambang rakyat, selain itu kuat dugaan ada oknum yang bermain di pertambangan galian C desa Iwoikondo. (M2/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top