METRO KOLAKA

Tim Kemensos Jenguk Penderita Skizofrenia di Samaturu

Kapolsek Samaturu, IptuMuh. Saeta Haliek bersama Tim Kemensos RI saat menjenguk penderita Skizofrenia di Desa Lambo, Kecamatan Samaturu, Rabu (13/3). FOTO: Tribrata News Polres Kolaka/ Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Kapolsek Samaturu, Iptu Muh. Saeta Haliek, bersama tim Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menjenguk penderita Skizofrenia di Desa Lambo, Kecamatan Samaturu, Rabu (13/3). Tim Kemensos tiba di Desa Lambo sekira pukul 12.30 Wita.

Dalam kegiatan itu diikuti oleh Kapolsek Samaturu Iptu Muh. Saeta Haliek, Loka Rehabilitas Sosial Kemensos, Jasman dan Riqih Firmansyah, Babundanramil Samaturu Serka Halik Dahlan, Pendamping Sosial Sultra Mursin, Kahar Musakar dan Abdul Muis. Serta dua orang petugas Dinas Sosial Kabupaten Kolaka, Ansar dan Hardim.

“Dalam kegiatan yang berlangsung, kami bersama dengan tim dari Kemensos menuju ke kediaman Bapak Mahmuddin (65) warga Desa Lambo, Kecamatan Samaturu yang saat ini mengidap penyakit Skizofrenia dan dipasung oleh keluarganya,” kata Kapolsek Samaturu, Iptu M.S. Haliek seperti dilansir TribrataNews Polres Kolaka, Rabu (13/3).

Kapolsek menjelaskan bahwa pihak keluarga sudah berupaya untuk mengobati dan membawa Mahmuddinberobat ke rumah sakit. Namun, penyakit Mahmuddin kembali kambuh. Bahkan menurut pertanyaan salah seorang putranya, Muhlis, tak jarang ayahnya mengamuk dan merusak perabot rumah. Dengan kondisi tersebut sehingga pihak keluarga memutuskan untuk memasungnya di dalam rumah.

Setelah mendengarkan alasan dari keluarga, Tim Kemensos memberikan saran ke pihak keluarga untuk tidak lagi Muhmuddin. Karena aturan saat ini penderita Skizofrenia tidak dibenarkan lagi untuk dilakukan pemasungan. Kemensos juga menyarankan untuk mendaftarkan Muhmuddin agar memiliki kartu BPJS Kesahatan. Selanjutnya Mahmuddin didata untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh Kemensos RI.

Sekedar informasi, Skizofrenia adalah penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir. Orang dengan skizofrenia tidak bisa membedakan mana khayalan dan kenyataan. Penyakit ini juga menyebabkan pengidapnya tidak memiliki kemampuan untuk berpikir, mengingat, ataupun memahami masalah tertentu. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top