BERITA UTAMA

Camat Wundulako Siap Fasilitasi Tuntutan Tukang Terkait Upah

Camat Wundulako Abdul Rasyid Puteh, SE

KOLAKAPOS, Kolaka — Pemerintah kecamatan Wundulako yang dikomandoi Camat Abdul Rasyid Puteh siap mengambil sikap dan memfasilitasi para tukang di Tikonu yang memprotes minimnya upah pembangunan perumahan ASN yang ditetapkan oleh pengembang.

” Kalau masalah upah, kami selaku pemerintah kecamatan siap memfasilitasi agar ada titik temu antara masyarakat dan pengembangan. Sehingga tidak ada yang dirugikan, ” ungkap camat Wundulako Abdul Rasyid Puteh saat ditemui media ini, Selasa (19/3).

Abdul Rasyid Puteh menceritakan terkait penetapan upah oleh pengembang. Pada rapat lalu ada tawaran dari pengembang terkait upah dan telah menyampaikan sesuai ketentuan sebesar Rp. 15 juta. Itu sebagai upah tukang untuk satu unit rumah kemudian bagi tukang yang tidak mampu untuk memasang palpon dengan rangka atas yang terbuat dari baja maka dia hanya diberikan beban upah sebesar Rp. 13 juta. Namun pada waktu itu pada saat musyawarah ada beberapa kepala tukang yang menyampaikan keinginannya jika hanya upah 15 juta dibandingkan pengalaman mereka mengerjakan perunit rumah mereka menghitung berdasarkan kubikasi sehingga menurut mereka kisaran biaya upahnya mencapai Rp. 21 juta. Saat itu pengembang dalam hal teknisi pengembang menyampaikan jika harga itu belum bisa menetapkan karena akan melakukan konsultasi terlebih dahulu.

” Memang saat rapat para tukang meminta agar upah dinaikkan atara satu atau dua juta, ” akunya.

Sehingga kata Rasyid, dirinya yang mempimpin rapat pada saat itu menyampaikan kepada masyarakat untuk sementara informasi dari pengembang kita terima namun tidak menutup kemungkinan atas lobi dan konsultasi teknis kepada pengembang bisa saja dinaikan satu atau dua juta.

Oleh karena itu saya memberikan kesempatan kepada pengembang untuk segera melakukan koordinasi. Namun alasan pengembang aturan terkait upah sudah seperti itu. Tapi siapa tau dari pihak pengembangan bisa memberikan tambahan anggaran.

” Makanya kita akan adakan rapat kembali bersama masyarakat dalam hal ini para tukang untuk memperjelas berapa ketetapan upah yang disanggupi oleh pengembang pasca melakukan konsultasi, ” jelasnya.

Untuk itu, Abdul Rasyid Puteh berharap pada saat musyawarah nanti sudah ada kesepakatan final antara pengembangan dan para tukang sehingga tidak ada lagi riak di masyarakat.

” Intinya kami inginkan agar ada solusi yang terbaik antar kedua belah pihak sehingga proses pembangunan perumahan ASN di Tikonu bisa berjalan lancar karena adanya dukungan penuh dari masyarakat Tikonu, ” harapnya. (K9/c/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top