BERITA UTAMA

Kadis P dan K Sal Alamansyah : Kontrak Guru Daerah Hanya untuk Pelajaran Agama dan Daerah Terpencil

KOLAKAPOS, Kolaka — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka, Sal Alamansyah kembali menegaskan jika pengangkatan guru kontrak daerah tahun ini diprioritaskan untuk mengisi guru mata pelajaran agama yang masih lowong baik SD maupun SMP. Selain itu, juga diprioritaskan untuk guru daerah terisolir atau daerah terpencil (dacil).

“Guru kontrak agama mengisi kondisi guru agama yang masih lowong baik SD maupun SMP dan guru pada sekolah sekolah terisolir Dacil,” terang Sal Alamansyah (20/3).

Lanjutnya pula, rancangan anggaran di Dikbud Kolaka tidak lagi menganggarkan honor untuk guru kontrak daerah selain yang diprioritaskan yaitu Guru Kontrak Mata Pelajaran Agama dan Guru Dacil. “Yang ada hanya yang tertulis diatas, lainnya tidak ada,” terangnya.

Sebelumnya, Kadis Dikbud juga menyatakan bahwa puluhan guru kontrak yang mengadu ke DPRD sudah berakhir masa kontraknya, bukan di putuskan Kontraknya.
Kadis Dikbud juga sudah memberikan solusi untuk mereka guru kontrak yang sudah habis masa kontraknya dengan diangkat menjadi guru daerah terpencil ataupun tetap mengajar di sekolahnya dengan SK kepala sekolah.

Terkait penjelasan Kadis tersebut, puluhan guru kontrak yang habis masa kontraknya kembali mengadu di komisi III Kolaka mempertanyakan solusi tersebut. “Kalau mengajar dengan SK kepala sekolah itu tidak ada gunanya juga, tidak jelas, dan kalau untuk ditempatkan jadi guru Dacil itu juga masih perlu dipertanyakan, sebab tempat kami mengajar masih dibutuhkan tenaga kami, ” papar salah satu guru kontrak yang enggan disebutkan namanya.

Terkait hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Hasbi Mustafa kembali menegaskan akan memanggil Kepala Dinas Dikbud untuk memperjelas aturan pengangkatan guru kontrak dan alasan puluhan guru honorer tidak diperpanjang kembali Kontraknya.

“Kalau memang tidak bisa diperpanjang lagi kita mau tahu apa alasannya, aturannya yang mana, masa yang hanya puluhan ini tidak bisa diberikan kebijakan, padahal kita kekurangan guru, yang pasti kita akan panggil Kadisnya Sampai masalah ini jelas,” terang legislator Hanura itu kepada puluhan tenaga honorer yang mengadu ke DPRD tersebut. (Mir/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top