METRO KOLAKA

Tahfidz Baiturrahim Bertekad Lahirkan Santri Berprestasi

KOLAKAPOS, Kolaka — Meski tergolong masih seumur jagung, tampaknya tak menjadi alasan bagi pengurus Tahfidz Baiturrahim untuk melahirkan santri dan santriwati berprestasi. Terbukti, rumah Tahfids yang baru berdiri 2 tahun lalu ini, telah melahirkan sejumlah santri yang berprestasi di bidang hafalan Al Quran, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan di tingkat internasional.
“Alhamdulilah para santri Tahfidz Baiturrahim sudah banyak yang torehkan prestasi di bidang hafalan atau tahfidz Quran. Apalagi respon dan perhatian masyarakat dan pemerintah dengan hadirnya pesantren ini cukup besar,” ungkap Rizki Ayu Amaliah, salah satu pengajar di Thafidz Baiturrahim saat ditemui media ini, Kamis (21/3).
Rizki mengatakan, saat ini ratusan santri dan santriwari sedang menimbah ilmu di Tahfizh Baiturrahim. Para santri tidak berasal dari Kabupaten Kolaka, tetapi para santri juga datang dari berbagai daerah di Sultra bahkan luar Sultra. “Sebagian santri kami berasal dari Kota Kendari, Unaaha, Boepinang, Babarina, Tosiba bahkan ada yang dari Sulawesi Selatan seperti Sengkang, Sidrap, Bone dan Bulukumba,” terangnya.
Menurutnya, metode penghafalan yang diberikan oleh pengajar, dan fasilitas yang memadai menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua untuk memasukan anaknya di pondok Tahfidz yang terletak di Jalan Bolu, Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga ini. “Makanya jumlah santri terus bertambah. Selain itu, untuk menambah khazanah keilmuan, Ustadz Sudarmansyah selaku ketua beserta dengan pembina tahfidz lainnya menerapkan pelajaran tambahan. Di antaranya, pengajian fiqhi Islam, bahasa Arab, bahasa Inggris, tilawah, tajwid dan kajian tafsir,” jelasnya.
Salah satu pelajaran yang menonjol adalah tafsir. Di mana santri diwajibkan membaca, mengartikan dan menjelaskan isi dan kandungan yang tertera di kitab Tafsir Jalalain sebagai kitab rujukan dan tafsir Al Misbah sebagai penunjang bacaan. “Diharapkan khatam 30 juz, santri sudah bisa membaca kitab dan mengartikannya, dan itu merupakan target kami kepada semua santri, ” ucapnya
Tidak hanya itu,  para santri juga dituntut untuk bisa memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi kuantitas dan kualitas harus sejalan, agar para santri bisa menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat, ” tandasnya. (k9/c)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top