METRO KOLAKA

Santri Baiturrahim Kolaka, Wakili Sultra Kategori 30 Juz Putri

Inggit Rahmasari Santri Baiturrahim Yang Akan Mewakili Sultra Di STQH Tingkat Nasional (ist)

KOLAKAPOS, Kolaka — Santri Baiturrahim kembali mengharumkan nama pesantrennya, pasalnya pada ajang Seleksi Tilawtil Quran dan Al-Hadist (STQH) yang baru-baru ini dilaksanakan di Kendari, santri Baiturrahim kembali sabet juara.
Inggit Rahmasari membuktikan kemampuannya. Meski usianya yang terbilang mudah, Inggit mampu membuktikan dirinya dan akan mewakili Sultra pada STQH Nasional.
Prestasi yang ditorehkan Inggit ternyata tidak hanya dilevel provinsi saja akan tetapi anak ke empat dari pasangan Syahrir dan Khadijah mampu mengukir berbagai macam prestasi baik ditingkat nasional maupun internasional dalam ajang Tahfizh Quran.
Inggit Rahmasari yang lahir di Kolaka pada 29 Maret 2003, menamatkan sekolah dasar di Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) 2 Kolaka dan Madrasah Tsanawiyah 1 Kolaka. Ia berhasil menyelesaikan hafalannya di usia yang sangat belia, yakni 15 tahun, dalam kurung waktu 3 tahun 3 bulan.
Tidak hanya itu, Inggit yang terdaftar sebagai santri Baiturrahim Kolaka sudah mengukir beberapa prestasi di kancah Nasional dan Internasional. Pada kegiatan MTQ tingkat nasional di Medan tahun lalu, Ia berhasil menjadi juara 2. Dan pada kegiatan MHQ tingkat Asean di Jakarta, meraih juara 2.
Dalam wawancara, Inggit mengemukakan bahwa, Ia biasa mendaras hafalannya hinggal 8 juz per hari. Ia juga membagikan metode hafalan yang Ia terapkan. Diantaranya, metode menghafal per ayat.
“Saya fokus ke satu ayat, terus saya hafal, setelah saya hafal betul, baru melangkah ke ayat selanjutnya. Kemudian, kembali lagi mengulang ayat yang sebelumnya saya hafal,” ungkap Inggit saat ditemui media ini, Rabu (3/4) lalu.
Prestasi yang Ia capai tidak lepas dari dukungan dan doa dari orangtua beserta guru-gurunya. Dirinya juga tidak akan berpuas diri atas apa yang telah diraih dan akan terus berupaya mengukir prestasi diajang selanjutnya.
“Allhamdulilah semua pencapaian ini tak lepas dari dukungan orang tua serta guru saya. Dan untuk mencapai berkahnya Al-Qur’an, sebaiknya perbaiki hubungan kita dengan guru, karena guru adalah perantara untuk dekat dengan tuhan, dan itu memudahkan kita menghafal,” pesannya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top